Siaran Pers No. 454/HM/KOMINFO/12/2021

Jumat, 17 Desember 2021

Tentang

Menkominfo: Gunakan Ruang Digital untuk Pelestarian Kolintang

Pelestarian musik tradisional seperti kolintang membutuhkan upaya bersama sebagai jawaban atas tantangan perkembangan teknologi digital. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan di tengah perkembangan informasi yang begitu pesat, hal itu merupakan salah satu wujud pemanfaatan ruang digital secara cerdas.

“Dengan rumus pemanfaatan ruang digital secara cerdas, satu saja rumusnya di ruang digital yaitu harus kita gunakan secara cerdas untuk hal-hal yang bermanfaat, untuk hal-hal yang positif, untuk kemajuan negara bangsa dan masyarakat,” tegasnya dalam Grand Final Lomba Kreatifitas Kolintang Virtual Kominfo 2021, di Kantor Pusat RRI, Jakarta Pusat, Jumat, (17/12/2021).

Menteri Johnny menyatakan teknologi digital adalah enabler yang selalu bisa digunakan siapa saja di era disrupsi. Bagkan untuk memperluas pangsa pasar bagi penggemar kolintang, Menkominfo mendorong peningkatan nilai komersial kolintang.

“Manfaatkanlah teknologi digital, seperti misalkan ada podcast tapi di sisi yang lain ruang digital dan ekonomi digital di bidang musik itu punya potensi yang tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Melihat peluang dan adanya dukungan dari berbagai ekosistem masyarakat, maka secara bertahap ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan. Terlebih saat ini, ekonomi digital nasional sebesar 40 % dari ekonomi digital ASEAN yang valuasinya terus meningkat.

“Tahun 2020 sebesar USD170 Miliar, Tahun 2025 USD146 Miliar proyeksinya. Bahkan Tahun 2030 diproyeksikan sekitar USD315 Miliar. Nah, ruang digital yang besar ini harus kita manfaatkan dengan baik,” tandas Menkominfo.

Menurut Menteri Johnny, Presiden Joko Widodo mempunya directive yang tegas dan komitmen politik yang kuat dalam memberikan dukungan penggelaran infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di seluruh Indonesia. Secara khusus di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang dibiayai melalui bauran pembiayaan termasuk stimulus dan insentif dari APBN.

“Sehingga kita harapkan penggelaran ICT infrastruktur untuk memperkecil kesenjangan digital di Indonesia juga diisi dengan pemanfaatan hilir dari ruang digital yaitu downstream digital kita, diantaranya e-commerce, edutech, healthtech, dan art technology termasuk dalam hal ini tentu kolintang,” jelasnya.

Bagian Budaya Literasi Digital

Kementerian Kominfo terusmendorong masyarakat ambil bagian dalam Gerakan Nasional Literasi Digital. Menurut Menkominfo, dalam GNLD terdapat empat kurikulum yakni Kecakapan Bermedia Digital, Etika Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital dan Budaya Bermedia Digital.

GNLD merupakan upaya meningkatkan literasi di tingkat dasar dengan menargetkan 50 juta masyarakat terliterasi hingga tahun 2024.

“Gerakan Nasional Literasi Digital tingkat dasar di tahun 2021 ini ditargetkan 12,5 juta, realisasinya kepada saya dilaporkan sudah 13 juta atau lebih dari target dengan empat kurikulum utama,” tandasnya.

Menkominfo menegaskan semua dampak negatif di ruang digital harus ditinggalkan, termasuk dalam memberantas hoaks, disinformasi, tindakan kriminal seperti pornografi, perdagangan ilegal hingga perjudian.

“Ini yang harus kita hindari sehingga ruang digital ini bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Selama ini kan yang paling rawan di dalam ruang digital adalah pemberitaan informasi yang salah atau disinformasi, memproduksi dan mengedarkan, itu sangat merusak masyarakat,” tandasnya.

Menteri Johnny menyatakan, dalam kurikulum Budaya Bermedia Digital terdapat berbagai macam kegiatan untuk mendorong seluruh elemen masyarakat memperkenalkan keunikan budaya bangsa melalui pemanfaatan platform digital. Menkominfo menilai Lomba Kreatifitas Kolintang Virtual 2021 yang diselenggarakan oleh RRI Jakarta, Persatuan Insan Kolintang Nasional dan The Purnomo Yusgiantoro Center merupakan salah satu bentuk pelaksanaan GNLD. Oleh karena itu, Menteri Johnny mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan LKKV 2021.

“Saya tentu memberikan dukungan yang kuat kepada penyelenggara kontes kolintang virtual, suatu hal yang penting adalah ini warisan kebudayaan tak benda Indonesia melalui kontes-kontes seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Johnny mengapresasi dukungan berbagai pihak untuk menyukseskan lomba yang memperebutkan Piala Menteri Komunikasi dan Informatika tahun 2021 itu.

“Saya tentu berterima kasih kepada Bapak Laksamana Purn Marsetio yang dengan gigih selalu melaksanakan kegiatan kontes ini bersama Pinkan (Persatuan Insan Kolintang Nasional), juga terima kasih kepada RRI yang tidak pernah lepas selalu memberikan dukungan yang kuat terhadap eksistensi menjaga budaya-budaya nasional kita,” ungkapnya.

Selain Menteri Johnny, grand final LKKV 2021 juga dihadiri Pelindung Persatuan Insan Kolintang Nasional, Lis Purnomo Yusgiantoro; Ketua Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional, Laksamana (Purn) Marsetio; Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional, Penny Marsetio; dan Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center, Filda Yusgiantoro; serta jajaran dewan direksi serta pimpinan Radio Republik Indonesia.

Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Siaran Pers No. 454/HM/KOMINFO/12/2021

Jumat, 17 Desember 2021

Tentang

Menkominfo: Gunakan Ruang Digital untuk Pelestarian Kolintang

Pelestarian musik tradisional seperti kolintang membutuhkan upaya bersama sebagai jawaban atas tantangan perkembangan teknologi digital. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan di tengah perkembangan informasi yang begitu pesat, hal itu merupakan salah satu wujud pemanfaatan ruang digital secara cerdas.

“Dengan rumus pemanfaatan ruang digital secara cerdas, satu saja rumusnya di ruang digital yaitu harus kita gunakan secara cerdas untuk hal-hal yang bermanfaat, untuk hal-hal yang positif, untuk kemajuan negara bangsa dan masyarakat,” tegasnya dalam Grand Final Lomba Kreatifitas Kolintang Virtual Kominfo 2021, di Kantor Pusat RRI, Jakarta Pusat, Jumat, (17/12/2021).

Menteri Johnny menyatakan teknologi digital adalah enabler yang selalu bisa digunakan siapa saja di era disrupsi. Bagkan untuk memperluas pangsa pasar bagi penggemar kolintang, Menkominfo mendorong peningkatan nilai komersial kolintang.

“Manfaatkanlah teknologi digital, seperti misalkan ada podcast tapi di sisi yang lain ruang digital dan ekonomi digital di bidang musik itu punya potensi yang tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Melihat peluang dan adanya dukungan dari berbagai ekosistem masyarakat, maka secara bertahap ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan. Terlebih saat ini, ekonomi digital nasional sebesar 40 % dari ekonomi digital ASEAN yang valuasinya terus meningkat.

“Tahun 2020 sebesar USD170 Miliar, Tahun 2025 USD146 Miliar proyeksinya. Bahkan Tahun 2030 diproyeksikan sekitar USD315 Miliar. Nah, ruang digital yang besar ini harus kita manfaatkan dengan baik,” tandas Menkominfo.

Menurut Menteri Johnny, Presiden Joko Widodo mempunya directive yang tegas dan komitmen politik yang kuat dalam memberikan dukungan penggelaran infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di seluruh Indonesia. Secara khusus di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang dibiayai melalui bauran pembiayaan termasuk stimulus dan insentif dari APBN.

“Sehingga kita harapkan penggelaran ICT infrastruktur untuk memperkecil kesenjangan digital di Indonesia juga diisi dengan pemanfaatan hilir dari ruang digital yaitu downstream digital kita, diantaranya e-commerce, edutech, healthtech, dan art technology termasuk dalam hal ini tentu kolintang,” jelasnya.

Bagian Budaya Literasi Digital

Kementerian Kominfo terusmendorong masyarakat ambil bagian dalam Gerakan Nasional Literasi Digital. Menurut Menkominfo, dalam GNLD terdapat empat kurikulum yakni Kecakapan Bermedia Digital, Etika Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital dan Budaya Bermedia Digital.

GNLD merupakan upaya meningkatkan literasi di tingkat dasar dengan menargetkan 50 juta masyarakat terliterasi hingga tahun 2024.

“Gerakan Nasional Literasi Digital tingkat dasar di tahun 2021 ini ditargetkan 12,5 juta, realisasinya kepada saya dilaporkan sudah 13 juta atau lebih dari target dengan empat kurikulum utama,” tandasnya.

Menkominfo menegaskan semua dampak negatif di ruang digital harus ditinggalkan, termasuk dalam memberantas hoaks, disinformasi, tindakan kriminal seperti pornografi, perdagangan ilegal hingga perjudian.

“Ini yang harus kita hindari sehingga ruang digital ini bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Selama ini kan yang paling rawan di dalam ruang digital adalah pemberitaan informasi yang salah atau disinformasi, memproduksi dan mengedarkan, itu sangat merusak masyarakat,” tandasnya.

Menteri Johnny menyatakan, dalam kurikulum Budaya Bermedia Digital terdapat berbagai macam kegiatan untuk mendorong seluruh elemen masyarakat memperkenalkan keunikan budaya bangsa melalui pemanfaatan platform digital. Menkominfo menilai Lomba Kreatifitas Kolintang Virtual 2021 yang diselenggarakan oleh RRI Jakarta, Persatuan Insan Kolintang Nasional dan The Purnomo Yusgiantoro Center merupakan salah satu bentuk pelaksanaan GNLD. Oleh karena itu, Menteri Johnny mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan LKKV 2021.

“Saya tentu memberikan dukungan yang kuat kepada penyelenggara kontes kolintang virtual, suatu hal yang penting adalah ini warisan kebudayaan tak benda Indonesia melalui kontes-kontes seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Johnny mengapresasi dukungan berbagai pihak untuk menyukseskan lomba yang memperebutkan Piala Menteri Komunikasi dan Informatika tahun 2021 itu.

“Saya tentu berterima kasih kepada Bapak Laksamana Purn Marsetio yang dengan gigih selalu melaksanakan kegiatan kontes ini bersama Pinkan (Persatuan Insan Kolintang Nasional), juga terima kasih kepada RRI yang tidak pernah lepas selalu memberikan dukungan yang kuat terhadap eksistensi menjaga budaya-budaya nasional kita,” ungkapnya.

Selain Menteri Johnny, grand final LKKV 2021 juga dihadiri Pelindung Persatuan Insan Kolintang Nasional, Lis Purnomo Yusgiantoro; Ketua Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional, Laksamana (Purn) Marsetio; Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional, Penny Marsetio; dan Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center, Filda Yusgiantoro; serta jajaran dewan direksi serta pimpinan Radio Republik Indonesia.

Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *