Sukses Menata dan Berdayakan PKL, Wali Kota Fasha di Ganjar Penghargaan oleh PKL

6 October 2019


JAMBI – Kesungguhan dan komitmen Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME dalam menata dan memberdayakan pelaku ekonomi mikro, kembali menuai apresiasi. Kali ini apresiasi itu hadir dari Pedagang Kaki Lima (PKL), yang berhimpun dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

Wali Kota Jambi dua periode itu diganjar penghargaan APKLI Award Tahun 2019, atas kiprahnya dalam bidang tata kelola ekonomi kemasyarakatan kerakyatan, melalui Pedagang Kaki Lima. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum APKLI Pusat, Ali Mahsum, M.Biomed, pada malam Pentas Harmoni Car Free Night (CFN), yang berlangsung kawasan Tugu Keris Siginjai, Kotabaru, Sabtu malam (05/10).

Pada kesempatan itu, turut pula mendampingi Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM, dan Ketua APKLI Provinsi Jambi Adhy Putra Siaga.

Wali Kota dengan jargon Kota Jambi Terkini itu dinilai sukses dalam memanusiakan pedagang kaki lima. Penghargaan tersebut, tidak terlepas dari kiprahnya dalam membangun manajemen tata kelola yang telah dirasakan manfaatnya terutama bagi pelaku IKM, pedagang kaki lima yang ada di Kota Jambi.

“Malam hari ini, secara khusus dan sangat spesial bagi pedagang kaki lima di Kota Jambi, mendapatkan satu penghargaan nasional, yang diberikan kepada pemimpin Kota Jambi, H. Syarif Fasha. Dengan kerendahan hati, kami selaku pengurus di Jambi meminta kepada Bapak Ketua DPP APKLI, untuk memberikan penghargaan nasional atas nama pedagang kaki lima Indonesia kepada pemimpin Kota Jambi. Penghargaan ini bukan tanpa alasan, tentunya ini berdasarkan pertimbangan dan kenyataan yang ada di Kota Jambi, bagaimana fokusnya Wali Kota Jambi memberdayakan dan menata pedagang kaki lima di Kota Jambi dan ini fakta, bukan hal yang dibuat-buat. Kita dukung bersama kedepannya bapak untuk berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakat Jambi. Yang jelas selama kepemimpinan pertama bapak, kami melihat langsung bagaimana penataan pedagang kaki lima di Kota Jambi,” ujar Ketua DPD APKLI Jambi, Adhy Putra Siaga, S.Pd, dalam sambutannya.

Lebih lanjut, saat prosesi penganugerahan penghargaan tersebut, Ketua Umum APKLI, turut menjelaskan alasan penganugerahan APKLI Award tersebut kepada Wali Kota Jambi.

“Alhamdulillah pada malam hari ini, kami dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, setelah melihat, menyaksikan dan mendapatkan fakta-fakta nyata di lapangan, bahwa Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Syarif Fasha, telah melakukan sebuah komitmen dan kepedulian yang nyata untuk memberdayakan dan mensejahterakan PKL disuruh Kota Jambi. Oleh karena itu, atas nama Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, dengan semangat kebangkitan ekonomi rakyat kecil di seluruh tanah air, khususnya di seluruh Kota Jambi, dan dengan selalu mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada malam hari ini kami anugerahkan Penghargaan APKLI Award 2019 kepada Bapak Wali Kota Jambi Provinsi Jambi. Mudah-mudahan dengan penghargaan ini, kepemimpinan Wali Kota Jambi akan selalu dilindungi oleh Allah dan akan diberi kewenangan yang lebih luas lagi, sehingga beliau akan lebih bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Provinsi Jambi,” tutur Ketua Umum APKLI tersebut.

Dalam sambutannya seusai menerima penghargaan tersebut, Wali Kota Jambi Syarif Fasha, menyampaikan apresiasinya kepada APKLI. Ia juga mengatakan, dirinya lebih nyaman menyebut PKL dengan Pedagang Kreatif Lapangan, dibanding disebut dengan Pedagang Kaki Lima.

“Saya merasa lebih nyaman menyebut PKL dengan Pedagang Kreatif Lapangan, dibanding kepanjangan yang lain. Dapat kami sampaikan, bahwa ada dua hal yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah PKL di Kota Jambi. Pertama adalah penataan dan kedua adalah penertiban. Yang dimaksud dengan penataan adalah bagaimana pedagang tersebut, yang memang kami lihat, amati dan pelajari bahwa mereka adalah benar-benar pedagang yang membutuhkan tempat untuk berusaha. Maka pedagang tersebut kami tata dan carikan tempat bagi mereka untuk berusaha. Selain itu kami buatkan kelompok/komunitas bagi mereka seperti koperasi dan sebagainya,” ujar Wali Kota Syarif Fasha.

Lebih lanjut, Fasha menjelaskan, bahwa Pemkot Jambi telah memfasilitasi lokasi berusaha bagi PKL, diberbagai lokasi tersebar di wilayah Kota Jambi. Seperti lokasi samping GOR Kotabaru, di depan dan disamping Kantor Dinas PU Provinsi Jambi, di samping Bank BNI Cabang Sutomo Pasar, Sanggar Batik Seberang, sebelah Kejati Jambi, BPS Telanaipura, dan lokasi lain, termasuk juga diberbagai pasar yang dikelola Pemkot di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi itu juga menyampaikan, bahwa Pemkot Jambi untuk saat ini memang lebih mendahulukan pedagang yang berasal dan merupakan warga Kota Jambi, karena dana APBD Kota Jambi yang digunakan untuk penataan PKL salah satunya berasal dari warga Kota Jambi sendiri. Namun bagi pedagang yang berasal dari wilayah lain, Wali Kota Jambi itu telah menyampaikan kepada Bupatinya, agar turut memberi perhatian kepada para pedagang yang berasal dari wilayahnya.

Sedangkan untuk upaya penertiban, Wali Kota Jambi Syarif Fasha menjelaskan, upaya tersebut merupakan jalan terakhir bagi pedagang yang berjualan diluar zonasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, setelah sebelumnya diperingatkan untuk menertibkan dagangannya.

“Biasanya kami menertibkan pedagang yang melanggar aturan, yang sudah berkali-kali diperingatkan dan ada pula penertiban bagi pedagang yang mempunyai 3 sampai dengan 4 lapak. Ini untuk keadilan, bagi pedagang lain juga mau berjualan,” jelas Fasha.

Dalam penutup sambutannya, Fasha kembali mengapresiasi APKLI sebagai mitra strategis Pemkot Jambi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada APKLI yang telah menaruh perhatian kepada PKL di Kota Jambi.

“Pada akhirnya, atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami ucapkan terima kasih kepada Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Jambi, ucapan terima kasih ini juga kami sampaikan kepada saudara dan sahabat kami Bapak Ali Mahsum yang sudah jauh-jauh datang ke Jambi hanya untuk melihat saudara-saudara semua, PKL di Kota Jambi. Mudah-mudahan yang kami lakukan ini bermanfaat bagi kita semua. Semoga ini akan menambah semangat kami untuk bagaimana menata pedagang yang lebih baik lagi,” pungkas Wali Kota yang Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN itu.

Sebagaimana diketahui, penataan PKL memang telah menjadi prioritas yang telah dilakukan jajaran Pemkot Jambi dibawah kepemimpinan Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha. Berbagai strategi dan kebijakan telah dilakukan untuk melaksanakan hal tersebut, guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pelaku IKM di Kota Jambi, terutama dari sektor pedagang informal atau PKL.

Wali Kota Fasha juga mengalokasikan APBD Kota Jambi untuk penataan PKL di Kota Jambi, dengan solusi relokasi dan zonasi bagi PKL, serta penyediaan tempat berusaha yang representatif, tersebar di seluruh wilayah Kota Jambi.

Selain itu, Wali Kota Jambi itu gencar menyasar dana APBN untuk membangun pasar tradisional modern di Kota Jambi, yang di alokasikan bagi PKL yang selama ini berjualan tidak pada tempatnya di berbagai lokasi dalam wilayah Kota Jambi.

Hal tersebut tidak terlepas dari ikhtiar Pemkot Jambi untuk memberdayakan dan memanusiakan sektor ekonomi informal serta pelaku IKM dalam beraktivitas berusaha di Kota Jambi. Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan untuk menciptakan serta mempertahankan keindahan dan kenyamanan Kota Jambi, yang telah diakui hasilnya saat ini oleh masyarakat.

Sumber: Bagian Humas Setda Kota Jambi


JAMBI – Kesungguhan dan komitmen Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME dalam menata dan memberdayakan pelaku ekonomi mikro, kembali menuai apresiasi. Kali ini apresiasi itu hadir dari Pedagang Kaki Lima (PKL), yang berhimpun dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

Wali Kota Jambi dua periode itu diganjar penghargaan APKLI Award Tahun 2019, atas kiprahnya dalam bidang tata kelola ekonomi kemasyarakatan kerakyatan, melalui Pedagang Kaki Lima. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum APKLI Pusat, Ali Mahsum, M.Biomed, pada malam Pentas Harmoni Car Free Night (CFN), yang berlangsung kawasan Tugu Keris Siginjai, Kotabaru, Sabtu malam (05/10).

Pada kesempatan itu, turut pula mendampingi Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM, dan Ketua APKLI Provinsi Jambi Adhy Putra Siaga.

Wali Kota dengan jargon Kota Jambi Terkini itu dinilai sukses dalam memanusiakan pedagang kaki lima. Penghargaan tersebut, tidak terlepas dari kiprahnya dalam membangun manajemen tata kelola yang telah dirasakan manfaatnya terutama bagi pelaku IKM, pedagang kaki lima yang ada di Kota Jambi.

“Malam hari ini, secara khusus dan sangat spesial bagi pedagang kaki lima di Kota Jambi, mendapatkan satu penghargaan nasional, yang diberikan kepada pemimpin Kota Jambi, H. Syarif Fasha. Dengan kerendahan hati, kami selaku pengurus di Jambi meminta kepada Bapak Ketua DPP APKLI, untuk memberikan penghargaan nasional atas nama pedagang kaki lima Indonesia kepada pemimpin Kota Jambi. Penghargaan ini bukan tanpa alasan, tentunya ini berdasarkan pertimbangan dan kenyataan yang ada di Kota Jambi, bagaimana fokusnya Wali Kota Jambi memberdayakan dan menata pedagang kaki lima di Kota Jambi dan ini fakta, bukan hal yang dibuat-buat. Kita dukung bersama kedepannya bapak untuk berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakat Jambi. Yang jelas selama kepemimpinan pertama bapak, kami melihat langsung bagaimana penataan pedagang kaki lima di Kota Jambi,” ujar Ketua DPD APKLI Jambi, Adhy Putra Siaga, S.Pd, dalam sambutannya.

Lebih lanjut, saat prosesi penganugerahan penghargaan tersebut, Ketua Umum APKLI, turut menjelaskan alasan penganugerahan APKLI Award tersebut kepada Wali Kota Jambi.

“Alhamdulillah pada malam hari ini, kami dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, setelah melihat, menyaksikan dan mendapatkan fakta-fakta nyata di lapangan, bahwa Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Syarif Fasha, telah melakukan sebuah komitmen dan kepedulian yang nyata untuk memberdayakan dan mensejahterakan PKL disuruh Kota Jambi. Oleh karena itu, atas nama Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, dengan semangat kebangkitan ekonomi rakyat kecil di seluruh tanah air, khususnya di seluruh Kota Jambi, dan dengan selalu mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada malam hari ini kami anugerahkan Penghargaan APKLI Award 2019 kepada Bapak Wali Kota Jambi Provinsi Jambi. Mudah-mudahan dengan penghargaan ini, kepemimpinan Wali Kota Jambi akan selalu dilindungi oleh Allah dan akan diberi kewenangan yang lebih luas lagi, sehingga beliau akan lebih bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Provinsi Jambi,” tutur Ketua Umum APKLI tersebut.

Dalam sambutannya seusai menerima penghargaan tersebut, Wali Kota Jambi Syarif Fasha, menyampaikan apresiasinya kepada APKLI. Ia juga mengatakan, dirinya lebih nyaman menyebut PKL dengan Pedagang Kreatif Lapangan, dibanding disebut dengan Pedagang Kaki Lima.

“Saya merasa lebih nyaman menyebut PKL dengan Pedagang Kreatif Lapangan, dibanding kepanjangan yang lain. Dapat kami sampaikan, bahwa ada dua hal yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah PKL di Kota Jambi. Pertama adalah penataan dan kedua adalah penertiban. Yang dimaksud dengan penataan adalah bagaimana pedagang tersebut, yang memang kami lihat, amati dan pelajari bahwa mereka adalah benar-benar pedagang yang membutuhkan tempat untuk berusaha. Maka pedagang tersebut kami tata dan carikan tempat bagi mereka untuk berusaha. Selain itu kami buatkan kelompok/komunitas bagi mereka seperti koperasi dan sebagainya,” ujar Wali Kota Syarif Fasha.

Lebih lanjut, Fasha menjelaskan, bahwa Pemkot Jambi telah memfasilitasi lokasi berusaha bagi PKL, diberbagai lokasi tersebar di wilayah Kota Jambi. Seperti lokasi samping GOR Kotabaru, di depan dan disamping Kantor Dinas PU Provinsi Jambi, di samping Bank BNI Cabang Sutomo Pasar, Sanggar Batik Seberang, sebelah Kejati Jambi, BPS Telanaipura, dan lokasi lain, termasuk juga diberbagai pasar yang dikelola Pemkot di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi itu juga menyampaikan, bahwa Pemkot Jambi untuk saat ini memang lebih mendahulukan pedagang yang berasal dan merupakan warga Kota Jambi, karena dana APBD Kota Jambi yang digunakan untuk penataan PKL salah satunya berasal dari warga Kota Jambi sendiri. Namun bagi pedagang yang berasal dari wilayah lain, Wali Kota Jambi itu telah menyampaikan kepada Bupatinya, agar turut memberi perhatian kepada para pedagang yang berasal dari wilayahnya.

Sedangkan untuk upaya penertiban, Wali Kota Jambi Syarif Fasha menjelaskan, upaya tersebut merupakan jalan terakhir bagi pedagang yang berjualan diluar zonasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, setelah sebelumnya diperingatkan untuk menertibkan dagangannya.

“Biasanya kami menertibkan pedagang yang melanggar aturan, yang sudah berkali-kali diperingatkan dan ada pula penertiban bagi pedagang yang mempunyai 3 sampai dengan 4 lapak. Ini untuk keadilan, bagi pedagang lain juga mau berjualan,” jelas Fasha.

Dalam penutup sambutannya, Fasha kembali mengapresiasi APKLI sebagai mitra strategis Pemkot Jambi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada APKLI yang telah menaruh perhatian kepada PKL di Kota Jambi.

“Pada akhirnya, atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami ucapkan terima kasih kepada Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Jambi, ucapan terima kasih ini juga kami sampaikan kepada saudara dan sahabat kami Bapak Ali Mahsum yang sudah jauh-jauh datang ke Jambi hanya untuk melihat saudara-saudara semua, PKL di Kota Jambi. Mudah-mudahan yang kami lakukan ini bermanfaat bagi kita semua. Semoga ini akan menambah semangat kami untuk bagaimana menata pedagang yang lebih baik lagi,” pungkas Wali Kota yang Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN itu.

Sebagaimana diketahui, penataan PKL memang telah menjadi prioritas yang telah dilakukan jajaran Pemkot Jambi dibawah kepemimpinan Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha. Berbagai strategi dan kebijakan telah dilakukan untuk melaksanakan hal tersebut, guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pelaku IKM di Kota Jambi, terutama dari sektor pedagang informal atau PKL.

Wali Kota Fasha juga mengalokasikan APBD Kota Jambi untuk penataan PKL di Kota Jambi, dengan solusi relokasi dan zonasi bagi PKL, serta penyediaan tempat berusaha yang representatif, tersebar di seluruh wilayah Kota Jambi.

Selain itu, Wali Kota Jambi itu gencar menyasar dana APBN untuk membangun pasar tradisional modern di Kota Jambi, yang di alokasikan bagi PKL yang selama ini berjualan tidak pada tempatnya di berbagai lokasi dalam wilayah Kota Jambi.

Hal tersebut tidak terlepas dari ikhtiar Pemkot Jambi untuk memberdayakan dan memanusiakan sektor ekonomi informal serta pelaku IKM dalam beraktivitas berusaha di Kota Jambi. Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan untuk menciptakan serta mempertahankan keindahan dan kenyamanan Kota Jambi, yang telah diakui hasilnya saat ini oleh masyarakat.

Sumber: Bagian Humas Setda Kota Jambi