Menkominfo Ajak Akademisi Adaptif Hadapi Perubahan Teknologi Digital

19 August 2019


Yogyakarta, Kominfo – Perubahan akibat teknologi akibat digitalisasi saat ini berlangsung begitu cepat. Oleh karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak akademisi untuk senantiasa bersikap adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

“Tiba-tiba saja muncul disiplin ilmu yang baru keterampilan baru dan lapangan kerja baru dengan kualifikasi yang serba baru yang sebelumnya tidak kita kenal kita harus dapat mengantisipasi dan bersikap adaptif untuk perubahan perubahan,” kata Rudiantara dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (19/08/2019).

Menteri Kominfo memaparkan potensi teknologi pengganti peran guru dan dosen. “Artificial Intelegence akan bisa menggantikan peran guru dan dosen. Peran guru peran dosen apa yang bisa digantikan kalau gurunya atau dosennya hanya menuangkan kembali memberikan dari buku-bukunya dicatat literaturnya dicatat disampaikan dengan cara monoton kepada murid,” jelasnya.

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara mendorong agar tidak sekadar mengajar satu arah. Bahkan menyarankan agar lebih menjadi mentor. “Lebih banyak interaktif yang lebih banyak bersifat konseling yang lebih banyak yang bersifat mentoring. Kalau dosennya hanya mengajarkan satu arah dari literatur yang ada hanya masalah waktu guru dosen tersebut akan digantikan oleh yang namanya chatbot,” tuturnya.

Menteri Kominfo juga mengingatkan bahwa saat ini di seluruh dunia makin borderless. Artinya tidak mempunyai batas yang jelas. Dalam bidang ketenagakerjaan, akan terjadi arus bebas pertukaran tenaga kerja. Namun demikian, ia menyatakan satu hal yang membuat setiap mahasiswa bisa berkompetisi adalah kepemilikan sertifikasi.

“Free flow dari pekerja-pekerja dari Indonesia yang bersertifikat mempunyai hak untuk bekerja di kawasan di negara lain, juga di Indonesia. Jadi kalau kita tidak tidak mempersiapkan diri kita untuk meningkatkan kemampuan kita niscaya lapangan pekerjaan di Indonesia itu akan diambil oleh pencari kerja atau pekerja dari negara-negara lain terutama dari negara ASEAN,” tandasnya.

Didahului dengan yel-yel khas Eeeeoooo, Menteri Kominfo berusaha menyemangati mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum itu. Seluruh hadiri ikut meneriakkan yel-yel. Menteri Rudiantara juga mengutip ujaran Ki Hajar Dewantara.

“Dengan ilmu membuat kita menjadi mudah, dengan seni membuat kita menjadi indah dan dengan agama kita membuat menjadi lebih terarah. ilmu akan ditempuh seni sudah kita lalui bersama dan tinggal agama dijalankan masing-masing,” tutur Rudiantara yang mengikuti sejak awal rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNY.

Acara yang berlangsung sedari pagi itu, dimeriahkan dengan aksi senam Maumere. Bahkan Menteri Kominfo ikut menyanyi bersama tembang dari Koes Plus, serta menyanyikan lagu Soldier of Fortune untuk mahasiswa baru UNY.

Yogyakarta, Kominfo – Perubahan akibat teknologi akibat digitalisasi saat ini berlangsung begitu cepat. Oleh karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak akademisi untuk senantiasa bersikap adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

“Tiba-tiba saja muncul disiplin ilmu yang baru keterampilan baru dan lapangan kerja baru dengan kualifikasi yang serba baru yang sebelumnya tidak kita kenal kita harus dapat mengantisipasi dan bersikap adaptif untuk perubahan perubahan,” kata Rudiantara dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (19/08/2019).

Menteri Kominfo memaparkan potensi teknologi pengganti peran guru dan dosen. “Artificial Intelegence akan bisa menggantikan peran guru dan dosen. Peran guru peran dosen apa yang bisa digantikan kalau gurunya atau dosennya hanya menuangkan kembali memberikan dari buku-bukunya dicatat literaturnya dicatat disampaikan dengan cara monoton kepada murid,” jelasnya.

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara mendorong agar tidak sekadar mengajar satu arah. Bahkan menyarankan agar lebih menjadi mentor. “Lebih banyak interaktif yang lebih banyak bersifat konseling yang lebih banyak yang bersifat mentoring. Kalau dosennya hanya mengajarkan satu arah dari literatur yang ada hanya masalah waktu guru dosen tersebut akan digantikan oleh yang namanya chatbot,” tuturnya.

Menteri Kominfo juga mengingatkan bahwa saat ini di seluruh dunia makin borderless. Artinya tidak mempunyai batas yang jelas. Dalam bidang ketenagakerjaan, akan terjadi arus bebas pertukaran tenaga kerja. Namun demikian, ia menyatakan satu hal yang membuat setiap mahasiswa bisa berkompetisi adalah kepemilikan sertifikasi.

“Free flow dari pekerja-pekerja dari Indonesia yang bersertifikat mempunyai hak untuk bekerja di kawasan di negara lain, juga di Indonesia. Jadi kalau kita tidak tidak mempersiapkan diri kita untuk meningkatkan kemampuan kita niscaya lapangan pekerjaan di Indonesia itu akan diambil oleh pencari kerja atau pekerja dari negara-negara lain terutama dari negara ASEAN,” tandasnya.

Didahului dengan yel-yel khas Eeeeoooo, Menteri Kominfo berusaha menyemangati mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum itu. Seluruh hadiri ikut meneriakkan yel-yel. Menteri Rudiantara juga mengutip ujaran Ki Hajar Dewantara.

“Dengan ilmu membuat kita menjadi mudah, dengan seni membuat kita menjadi indah dan dengan agama kita membuat menjadi lebih terarah. ilmu akan ditempuh seni sudah kita lalui bersama dan tinggal agama dijalankan masing-masing,” tutur Rudiantara yang mengikuti sejak awal rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNY.

Acara yang berlangsung sedari pagi itu, dimeriahkan dengan aksi senam Maumere. Bahkan Menteri Kominfo ikut menyanyi bersama tembang dari Koes Plus, serta menyanyikan lagu Soldier of Fortune untuk mahasiswa baru UNY.