Ngada, Kominfo – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Andreas Hugo Parera mengajak masyarakat untuk selektif dan hati-hati ketika menerima informasi di media sosial. Hal itu menjadi salah satu bahasan dalam Forum Dialog Publik Merawat Kebhinekaan melalui Literasi Media Sosial di Kab. Ngada, Bajawa, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (7/11/2019).

“Saya berharap masyarakat, kita semua tetap berhati-hati dalam menerima informasi yang berasal dari media sosial,” ungkapnya.

Menurut Andreas, tidak dapat dimungkiri, media sosial memberikan kemerdekaan seluas-luasnya bagi para pengguna. “Baik untuk mengekspresikan dirinya, sikapnya, pandangan hidupnya dan pendapatnya. Tapi kita perlu waspada agar masyarakat agar tidak terhasut beredarnya berita-berita bohong atau berita hoaks,” tegasnya.

Andreas menyatakan saat ini saat ini jumlah telepon seluler yang digunakan lebih banyak daripada jumlah penduduk di Indonesia. “Artinya setiap orang bisa saja memiliki lebih dari 1 handphone dan hampir semua masyarakat memiliki media sosial. Namun diharapkan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati menerima informasi yang berasal dari media sosial,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPR RI itu menyebut pemerintah telah membangun infrastruktur digital untuk keadilan sosial dan harus dimanfaatkan dengan bijak.

“Pembangunan Proyek Palapa Ring guna tercapainya keadilan sosial dalam aspek konektivitas demi Indonesia merdeka sinyal 2020. Sekali lagi, diharapkan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati menerima informasi yang berasal dari media sosial,” tegasnya.

Forum hasil kerja sama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Komisi I DPR RI itu, ditujukan untuk mengampanyekan kewaspadaan masyarakat akan informasi hoaks.

Hadir juga dalam forum itu, Asisten Strategi Komunikasi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Dina Adityareni Hermanadi. Menurut Dina, sudah saatnya Bangsa Indonesia bisa bekerja sama untuk meningkatkan kegiatan ekonomi untuk terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat. “Bukan saja secara fisik tapi juga berdaulat dalam teknologi virtual,” tandasnya.