Wali Kota Syarif Fasha Dianugerahi Bintang Jasa Pratama Oleh Presiden Di Istana Negara

16 August 2019


JAKARTA – Momentum Hari Peringatan Ulang Tahun ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 ini melahirkan kisah membanggakan bagi Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi.

Masyarakat Provinsi Jambi pun patut berbangga hati dan merasa terhormat, karena salah satu putra terbaik Jambi, Wali Kota Dr. H. Syarif Fasha, ME mengukir prestasi gemilang, dengan mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama Republik Indonesia yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Istana Negara, Kamis (15/8).

Tahun ini, negara memberikan penghargaan kepada 29 orang putra-putri Bangsa Indonesia yang diakui telah berjasa luar biasa, mendedikasikan dirinya kepada nusa, bangsa dan negara, pada bidang atau peristiwa atau hal tertentu di luar bidang militer. Tanda kehormatan tersebut terdiri dari Bintang Mahaputera Utama (4 orang), Bintang Mahaputra Nararya (4 orang), Bintang Jasa Utama (15 orang), Bintang Jasa Pratama (2 orang), Bintang Jasa Parama Dharma (3 orang), dan Bintang Jasa Nararya (1 orang).

Wali Kota Jambi, Dr. H. Syarif Fasha, ME menerima anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama berdasarkan Keppres RI Nomor 73/TK/Tahun 2019 yang dikeluarkan pada 13 Agustus 2019.

Wali Kota Jambi dengan slogan Jambi Terkini itu, diusulkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia atas upaya, pengorbanan, komitmen dan jasa-jasanya di bidang peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di Kota Jambi.

Dan hasilnya adalah, negara melalui Presiden RI, menganugerahkan tanda kehormatan tersebut, sebagai jawaban dan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan Wali Kota Fasha kepada masyarakat Kota Jambi selama masa kepemimpinannya, membangun peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di Kota Jambi.

Yang paling membanggakan adalah, Wali Kota Jambi adalah satu-satunya unsur kepala daerah di Indonesia yang meraih anugerah terhormat tersebut, bahkan dirinya juga menjadi satu-satunya warga Jambi yang berhasil meraih supremasi tertinggi dari Presiden RI itu.

“Yang saya terima adalah Penghargaan Bintang Jasa Pratama yang diberikan Presiden dan diusulkan oleh Kementerian Sosial atas upaya-upaya dalam hal sosial kepada masyarakat di Kota Jambi,” ujarnya seusai menerima penghargaan di Istana Negara.

Wali Kota Fasha juga mengungkapkan bahwa, selama lima tahun periode pertama kepemimpinannya di Kota Jambi, dirinya memang fokus memikirkan bagaimana mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.

Untuk membuktikan komitmennya itu, dalam pengabdiannya memimpin Kota Jamb, dirinya tidak pernah mengambil gajinya sama sekali, karena akan di infaq-kan bagi kepentingan masyarakat yang membutuhkan.

“Selama memimpin Kota Jambi, saya tidak pernah mengambil gaji saya selama menjabat Wali Kota, dari 2013-2018, dan untuk selanjutnya, semua gaji saya sudah saya donasikan kepada masyarakat yang tidak mampu dalam hal pendidikan dan kesehatan. Saya juga membantu disabilitas dengan memberikan kursi roda secara gratis yang jumlahnya saat ini sudah ratusan buah,” jelas Fasha.

Tidak hanya itu, dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat di Kota Jambi, dirinya juga telah mempelopori lahirnya berbagai inovasi-inovasi yang pro rakyat. Salah satunya adalah program inovasi Kampung Bantar dan Bangkit Berdaya, yang telah diinisiasinya pada periode pertama kepemimpinannya.

Bahkan, Program inovasi Kampung Bantar (Bersih, Aman, dan Pintar) dan Bangkit Berdaya (Bangun Kelurahan Secara Intensif Berasaskan Swadaya) merupakan program unggulan Pemkot Jambi yang telah diakui secara nasional, bahkan telah mendunia.
Inovasi Bangkit Berdaya sendiri telah masuk jajaran 30 besar inovasi dunia yang meraih penghargaan IOPD Recognition Awards di Montreal Kanada pada 2017 lalu.

Kedua program inovasi tersebut memang diciptakan Syarif Fasha selaras dengan tujuan nasional pemerintah dalam menanggulangi permasalahan klasik perkotaan, yaitu kemiskinan dan kualitas serta kuantitas utilitas perkotaan yang masih rendah.

Dengan adanya Bangkit Berdaya dan Kampung Bantar, pemerataan pembangunan di setiap kelurahan dalam Kota Jambi dapat teratasi dan dampak pengganda lainnya adalah turut menurunkan indeks kemiskinan di Kota Jambi.

Sebagaimana diketahui bahwa, Penghargaan Bintang Jasa Pratama yang diterima Wali Kota Jambi, bisa dikatakan bukanlah perkara yang mudah. Butuh perjuangan keras dan berliku untuk mewujudkan hal tersebut. Setelah tiga kali diajukan oleh Kementerian Sosial sebagai kandidat, akhirnya ditahun ketiga, anugerah tersebut menghampirinya.

Atas penghargaan yang diterimanya itu, menurut Fasha, Presiden berharap dirinya bisa nemberikan kontribusi kepada masyarakat dan bisa bekerja lebih baik lagi, serta bertanggung jawab terhadap jabatan yang diembannya saat ini.

“Karenanya, saya berharap penghargaan ini bisa memotivasi saya agar bisa lebih baik lagi untuk mengabdi kepada masyarakat kedepan nanti,” harap Wali Kota Syarif Fasha.

Sebagaimana diketahui, bahwa Tanda Kehormatan Bintang Jasa dari Presiden Republik Indonesia, diberikan dalam rangkaian momentum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Penilaiannya pun sangat selektif, memakan waktu panjang, serta melibatkan banyak pakar dan ahli, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat. Bahkan negara melalui Sekretariat Militer (Sesmil) Presiden membentuk tim khusus untuk melakukan seleksi calon penerima Bintang Jasa Kehormatan RI melalui Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kehormatan Republik Indonesia (DGTK-RI).

Sumber: Bagian Humas Setda Kota Jambi


JAKARTA – Momentum Hari Peringatan Ulang Tahun ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 ini melahirkan kisah membanggakan bagi Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi.

Masyarakat Provinsi Jambi pun patut berbangga hati dan merasa terhormat, karena salah satu putra terbaik Jambi, Wali Kota Dr. H. Syarif Fasha, ME mengukir prestasi gemilang, dengan mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama Republik Indonesia yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Istana Negara, Kamis (15/8).

Tahun ini, negara memberikan penghargaan kepada 29 orang putra-putri Bangsa Indonesia yang diakui telah berjasa luar biasa, mendedikasikan dirinya kepada nusa, bangsa dan negara, pada bidang atau peristiwa atau hal tertentu di luar bidang militer. Tanda kehormatan tersebut terdiri dari Bintang Mahaputera Utama (4 orang), Bintang Mahaputra Nararya (4 orang), Bintang Jasa Utama (15 orang), Bintang Jasa Pratama (2 orang), Bintang Jasa Parama Dharma (3 orang), dan Bintang Jasa Nararya (1 orang).

Wali Kota Jambi, Dr. H. Syarif Fasha, ME menerima anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama berdasarkan Keppres RI Nomor 73/TK/Tahun 2019 yang dikeluarkan pada 13 Agustus 2019.

Wali Kota Jambi dengan slogan Jambi Terkini itu, diusulkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia atas upaya, pengorbanan, komitmen dan jasa-jasanya di bidang peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di Kota Jambi.

Dan hasilnya adalah, negara melalui Presiden RI, menganugerahkan tanda kehormatan tersebut, sebagai jawaban dan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan Wali Kota Fasha kepada masyarakat Kota Jambi selama masa kepemimpinannya, membangun peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di Kota Jambi.

Yang paling membanggakan adalah, Wali Kota Jambi adalah satu-satunya unsur kepala daerah di Indonesia yang meraih anugerah terhormat tersebut, bahkan dirinya juga menjadi satu-satunya warga Jambi yang berhasil meraih supremasi tertinggi dari Presiden RI itu.

“Yang saya terima adalah Penghargaan Bintang Jasa Pratama yang diberikan Presiden dan diusulkan oleh Kementerian Sosial atas upaya-upaya dalam hal sosial kepada masyarakat di Kota Jambi,” ujarnya seusai menerima penghargaan di Istana Negara.

Wali Kota Fasha juga mengungkapkan bahwa, selama lima tahun periode pertama kepemimpinannya di Kota Jambi, dirinya memang fokus memikirkan bagaimana mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.

Untuk membuktikan komitmennya itu, dalam pengabdiannya memimpin Kota Jamb, dirinya tidak pernah mengambil gajinya sama sekali, karena akan di infaq-kan bagi kepentingan masyarakat yang membutuhkan.

“Selama memimpin Kota Jambi, saya tidak pernah mengambil gaji saya selama menjabat Wali Kota, dari 2013-2018, dan untuk selanjutnya, semua gaji saya sudah saya donasikan kepada masyarakat yang tidak mampu dalam hal pendidikan dan kesehatan. Saya juga membantu disabilitas dengan memberikan kursi roda secara gratis yang jumlahnya saat ini sudah ratusan buah,” jelas Fasha.

Tidak hanya itu, dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat di Kota Jambi, dirinya juga telah mempelopori lahirnya berbagai inovasi-inovasi yang pro rakyat. Salah satunya adalah program inovasi Kampung Bantar dan Bangkit Berdaya, yang telah diinisiasinya pada periode pertama kepemimpinannya.

Bahkan, Program inovasi Kampung Bantar (Bersih, Aman, dan Pintar) dan Bangkit Berdaya (Bangun Kelurahan Secara Intensif Berasaskan Swadaya) merupakan program unggulan Pemkot Jambi yang telah diakui secara nasional, bahkan telah mendunia.
Inovasi Bangkit Berdaya sendiri telah masuk jajaran 30 besar inovasi dunia yang meraih penghargaan IOPD Recognition Awards di Montreal Kanada pada 2017 lalu.

Kedua program inovasi tersebut memang diciptakan Syarif Fasha selaras dengan tujuan nasional pemerintah dalam menanggulangi permasalahan klasik perkotaan, yaitu kemiskinan dan kualitas serta kuantitas utilitas perkotaan yang masih rendah.

Dengan adanya Bangkit Berdaya dan Kampung Bantar, pemerataan pembangunan di setiap kelurahan dalam Kota Jambi dapat teratasi dan dampak pengganda lainnya adalah turut menurunkan indeks kemiskinan di Kota Jambi.

Sebagaimana diketahui bahwa, Penghargaan Bintang Jasa Pratama yang diterima Wali Kota Jambi, bisa dikatakan bukanlah perkara yang mudah. Butuh perjuangan keras dan berliku untuk mewujudkan hal tersebut. Setelah tiga kali diajukan oleh Kementerian Sosial sebagai kandidat, akhirnya ditahun ketiga, anugerah tersebut menghampirinya.

Atas penghargaan yang diterimanya itu, menurut Fasha, Presiden berharap dirinya bisa nemberikan kontribusi kepada masyarakat dan bisa bekerja lebih baik lagi, serta bertanggung jawab terhadap jabatan yang diembannya saat ini.

“Karenanya, saya berharap penghargaan ini bisa memotivasi saya agar bisa lebih baik lagi untuk mengabdi kepada masyarakat kedepan nanti,” harap Wali Kota Syarif Fasha.

Sebagaimana diketahui, bahwa Tanda Kehormatan Bintang Jasa dari Presiden Republik Indonesia, diberikan dalam rangkaian momentum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Penilaiannya pun sangat selektif, memakan waktu panjang, serta melibatkan banyak pakar dan ahli, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat. Bahkan negara melalui Sekretariat Militer (Sesmil) Presiden membentuk tim khusus untuk melakukan seleksi calon penerima Bintang Jasa Kehormatan RI melalui Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kehormatan Republik Indonesia (DGTK-RI).

Sumber: Bagian Humas Setda Kota Jambi