Menkominfo Ajak Wisudawan STMM Adaptif terhadap Revolusi Industri 4.0

21 Oktober 2020


Jakarta, Kominfo – Perguruan tinggi menjadi salah satu wahana untuk menyiapkan talenta digital Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengharapkan wisudawan Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta memiliki komitmen mempelajari hal baru dan adaptif terhadap perkembangan revolusi industri 4.0.

“Saya berharap para wisudawan-wisudawati STMM tahun 2020 bersedia menunjukkan komitmennya, komitmen yang tinggi untuk selalu mencari, mempelajari hal baru dan adaptif dengan perkembangan zamannya,” ungkapnya dalam Acara Wisuda Daring Program Strata I dan Diploma IV STMM Yogyakarta, dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Menteri Johnny mengatakan wisudawan saat ini menghadapi salah satu tantangan besar globalisasi berupa disrupsi teknologi digital. Tantangan ini tidak akan terlepas dari tercipta paradigma borderless world, di mana batas-batas wilayah negara tidak begitu lagi berpengaruh.  “Kita masuk ke era yusridiksi negara dan extra yurisdiksi negara, ekstrateritorial,” tegasnya.

Menurut Menteri Kominfo, salah satu dampak teritori tersebut turut menciptakan kompetisi antar negara yang semakin ketat, menuntut adaptasi, ketangkasan, kecepatan,fleksibilitas, serta inovasi-inovasi baru, cerdas, dan cermat. “Perubahan besar telah terjadi di berbagai bidang dan semakin dipercepat oleh songsong revolusi industri 4.0,” tuturnya.

Situasi seperti itu,  tentu  mendorong terbentuknya konstelasi baru di mana disrupsi teknologi digital berlangsung dengan sangat cepat. Sebagai institusi pendidikan, Menteri Johnny mengharapkan STMM Yogyakarta menyiapkan talenta digital. 

Menurut Menteri  Kominfo, disrupsi teknologi yang tengah terjadi perlu dimanfaatkan untuk melakukan lompatan besar dalam bidang pendidikan, sehingga dapat menghitung kebutuhan talenta digital yang ada. 

“Bahkan, di saat pandemi ini Bapak Presiden seringkali menyampaikan kepada kita sekalian bahwa Covid-19 harus menjadi satu titik loncatan baru. Rebooting, restart seluruh engine-nya kita. Engine ekonomi, pendidikan-pendidikan yang terkait digital, engine untuk transformasi digital yang dipercepat, menyongsong Indonesia atau mendorong Indonesia menjadi bangsa digital, Indonesia Towards Digital Nation,” tandasnya.

Kembangkan Skill Set

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Johnny menyampaikan pertumbuhan signifikan empat perusahaan raksasa dunia,  yaitu Amazon, Google, Facebook, dan Apple, Keempat perusahaan itu tidak hanya memicu pergeseran tatanan sosial di ruang digital dan perilaku masyarakat, namun juga membuktikan teknologi dapat mengubah tata perekonomian yang dahulu berfokus pada industri konvensional menuju industri berbasis teknologi dan digital.

“Perubahan ini pun kemudian menggeser berbagai jenis skill set yang dibutuhkan oleh berbagai industri, termasuk industri tradisional yang kini meningkatkan kebutuhan sumberdaya manusianya dengan kecakapan digital. Guna pemanfaatan teknologi secara optimal atau dengan kata lain dibutuhkan tenaga kerja hybrid yang tidak hanya terampil dalam bidang spesialisasinya saja, tetapi juga cakap dalam bidang TIK,” paparnya.

Mengutip survei tahunan yang dilakukan oleh Price Waterhouse Cooper (PwC) tahun 2019, Menteri Kominfo menegaskan adanya kesenjangan antara ketersediaan sumberdaya dan kebutuhan skill set, menjadi tantangan bagi perusahaan teknologi saat ini. Menurut Menteri Johnny, kesenjangan tersebut ditandai dengan terjadinya peningkatan trend kekawatiran CEO pusat teknologi global terhadap ketersediaan talenta yang mereka butuhkan. 

“Dalam hal ini, tentunya digital ralent atau talenta digital.  Kekhawatiran itu tentunya tidak terlepas dari begitu banyak industri yang kesulitan untuk mencari pekerjaan dengan skill set yang tepat,” jelasnya.

Penghargaan

Menteri Kominfo memberikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Menurut Menteri Johnny wisuda secara daring dan virtual ini tidak mengurangi substansi dan penghargaan atas selesainya seluruh proses pendidikan yang dilakukan dan dilaksanakan wisudawan-wisudawati di STMM Yogyakarta.

“Pagi ini, dengan bangga dan senang hati, saya tentu mengambil bagian di dalam kegiatan wisuda daring ini. Saya ucapkan selamat kepada wisudawan-wisudawati yang telah berhasil lulus dan menyelesaikan studinya pada tahun ini,” ujarnya

Dengan digelarnya wisuda secara dari tersebut, Menteri Johnny menilai STMM telah memberikan penghargaan, acknowledgement dan endorsement bahwa wisudawan dan wisudawati yang dinyatakan lulus layak untuk diterjunkan bagi masyarakat, layak untuk mengambil bagian dalam pembangunan negeri, masyarakat, keluaga, serta pengembangan diri masing-masing di sektor digital Telekomunikasi dan Informatika Indonesia.

‘Ini menunjukkan bahwa STMM Yogyakarta melakukan langkah-langkah adaptif, langkah-langkah agility menyesuaikan kekinian situasi kita dalam usaha bersama mengatasi Covid-19, khususnya epideminya di dalam negeri dan menjadi bagian kita di dalam ikut serta memutus rantai Covid-19 pandemi ini secara global,” ucapnya.

Hadir dalam acara secara virtual Gubernur Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo, Basuki Yusuf Iskandar; Ketua STMM Yogyakarta,  serta Dewan Penyantun dan Dewan Senat STMM; serta para dosen dan segenap sivitas akademika Paguyuban Widiani Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta. (hm.ys)

Jakarta, Kominfo – Perguruan tinggi menjadi salah satu wahana untuk menyiapkan talenta digital Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengharapkan wisudawan Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta memiliki komitmen mempelajari hal baru dan adaptif terhadap perkembangan revolusi industri 4.0.

“Saya berharap para wisudawan-wisudawati STMM tahun 2020 bersedia menunjukkan komitmennya, komitmen yang tinggi untuk selalu mencari, mempelajari hal baru dan adaptif dengan perkembangan zamannya,” ungkapnya dalam Acara Wisuda Daring Program Strata I dan Diploma IV STMM Yogyakarta, dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Menteri Johnny mengatakan wisudawan saat ini menghadapi salah satu tantangan besar globalisasi berupa disrupsi teknologi digital. Tantangan ini tidak akan terlepas dari tercipta paradigma borderless world, di mana batas-batas wilayah negara tidak begitu lagi berpengaruh.  “Kita masuk ke era yusridiksi negara dan extra yurisdiksi negara, ekstrateritorial,” tegasnya.

Menurut Menteri Kominfo, salah satu dampak teritori tersebut turut menciptakan kompetisi antar negara yang semakin ketat, menuntut adaptasi, ketangkasan, kecepatan,fleksibilitas, serta inovasi-inovasi baru, cerdas, dan cermat. “Perubahan besar telah terjadi di berbagai bidang dan semakin dipercepat oleh songsong revolusi industri 4.0,” tuturnya.

Situasi seperti itu,  tentu  mendorong terbentuknya konstelasi baru di mana disrupsi teknologi digital berlangsung dengan sangat cepat. Sebagai institusi pendidikan, Menteri Johnny mengharapkan STMM Yogyakarta menyiapkan talenta digital. 

Menurut Menteri  Kominfo, disrupsi teknologi yang tengah terjadi perlu dimanfaatkan untuk melakukan lompatan besar dalam bidang pendidikan, sehingga dapat menghitung kebutuhan talenta digital yang ada. 

“Bahkan, di saat pandemi ini Bapak Presiden seringkali menyampaikan kepada kita sekalian bahwa Covid-19 harus menjadi satu titik loncatan baru. Rebooting, restart seluruh engine-nya kita. Engine ekonomi, pendidikan-pendidikan yang terkait digital, engine untuk transformasi digital yang dipercepat, menyongsong Indonesia atau mendorong Indonesia menjadi bangsa digital, Indonesia Towards Digital Nation,” tandasnya.

Kembangkan Skill Set

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Johnny menyampaikan pertumbuhan signifikan empat perusahaan raksasa dunia,  yaitu Amazon, Google, Facebook, dan Apple, Keempat perusahaan itu tidak hanya memicu pergeseran tatanan sosial di ruang digital dan perilaku masyarakat, namun juga membuktikan teknologi dapat mengubah tata perekonomian yang dahulu berfokus pada industri konvensional menuju industri berbasis teknologi dan digital.

“Perubahan ini pun kemudian menggeser berbagai jenis skill set yang dibutuhkan oleh berbagai industri, termasuk industri tradisional yang kini meningkatkan kebutuhan sumberdaya manusianya dengan kecakapan digital. Guna pemanfaatan teknologi secara optimal atau dengan kata lain dibutuhkan tenaga kerja hybrid yang tidak hanya terampil dalam bidang spesialisasinya saja, tetapi juga cakap dalam bidang TIK,” paparnya.

Mengutip survei tahunan yang dilakukan oleh Price Waterhouse Cooper (PwC) tahun 2019, Menteri Kominfo menegaskan adanya kesenjangan antara ketersediaan sumberdaya dan kebutuhan skill set, menjadi tantangan bagi perusahaan teknologi saat ini. Menurut Menteri Johnny, kesenjangan tersebut ditandai dengan terjadinya peningkatan trend kekawatiran CEO pusat teknologi global terhadap ketersediaan talenta yang mereka butuhkan. 

“Dalam hal ini, tentunya digital ralent atau talenta digital.  Kekhawatiran itu tentunya tidak terlepas dari begitu banyak industri yang kesulitan untuk mencari pekerjaan dengan skill set yang tepat,” jelasnya.

Penghargaan

Menteri Kominfo memberikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Menurut Menteri Johnny wisuda secara daring dan virtual ini tidak mengurangi substansi dan penghargaan atas selesainya seluruh proses pendidikan yang dilakukan dan dilaksanakan wisudawan-wisudawati di STMM Yogyakarta.

“Pagi ini, dengan bangga dan senang hati, saya tentu mengambil bagian di dalam kegiatan wisuda daring ini. Saya ucapkan selamat kepada wisudawan-wisudawati yang telah berhasil lulus dan menyelesaikan studinya pada tahun ini,” ujarnya

Dengan digelarnya wisuda secara dari tersebut, Menteri Johnny menilai STMM telah memberikan penghargaan, acknowledgement dan endorsement bahwa wisudawan dan wisudawati yang dinyatakan lulus layak untuk diterjunkan bagi masyarakat, layak untuk mengambil bagian dalam pembangunan negeri, masyarakat, keluaga, serta pengembangan diri masing-masing di sektor digital Telekomunikasi dan Informatika Indonesia.

‘Ini menunjukkan bahwa STMM Yogyakarta melakukan langkah-langkah adaptif, langkah-langkah agility menyesuaikan kekinian situasi kita dalam usaha bersama mengatasi Covid-19, khususnya epideminya di dalam negeri dan menjadi bagian kita di dalam ikut serta memutus rantai Covid-19 pandemi ini secara global,” ucapnya.

Hadir dalam acara secara virtual Gubernur Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo, Basuki Yusuf Iskandar; Ketua STMM Yogyakarta,  serta Dewan Penyantun dan Dewan Senat STMM; serta para dosen dan segenap sivitas akademika Paguyuban Widiani Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta. (hm.ys)