Lantik Widyaiswara Utama, Menkominfo: Butuh Widyaiswara Andal untuk Transformasi Digital Sektor Publik

21 Oktober 2020


Siaran Pers No. 136/HM/KOMINFO/10/2020

Siaran Pers No. 136/HM/KOMINFO/10/2020

Rabu, 21 Oktober 2020

tentang

Lantik Widyaiswara Utama, Menkominfo: Butuh Widyaiswara Andal untuk Transformasi Digital Sektor Publik

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate melantik Rosarita Niken Widiastuti dan Basuki Yusuf Iskandar menjadi Pejabat Fungsional Widyaiswara Utama. Menurut Menteri Kominfo saat ini lembaga yang dipimpinnya membutuhkan widyaiswara andal untuk mewujudkan transformasi digital di sektor publik.

Menurut Menteri Johnny, saat ini Kementerian Kominfo membutuhkan widyaiswara yang andal guna peningkatan kualitas layanan electronic government untuk memastikan transformasi digital di sektor publik berjalan dengan lancar.

“Dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh baik Bu Niken maupun Pak Basuki, saya yakin tugas ini akan diemban dengan baik. Kita sama-sama merancang itu, apalagi Pak Basuki setiap hari urusannya digital talent, apalagi Ibu Niken setiap hari memperhatikan regulasi-regulasinya bahkan memastikan ketersediaan anggarannya, bukan hal yang baru tapi sekarang perannya yang dibutuhkan,” ungkapnya dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Widyaiswara Utama di Ruang Anantakupa Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Mengutip  hasil survei Electronic Development Development Indeks (EGDI) yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Kominfo memberikan gambaran mengenai kesiapan transformasi digital ASN Indonesia. “Indeks ini mengukur kesiapan di tiga aspek melalui pelayanan pemerintahan daring, kualitas infrastruktur telekomunikasi serta kecakapan digital masyarakat,” ungkapnya.

Pada tahun 2020 ini, angka indeks EGDI adalah setara dengan 0,6612 dari skala 1 dan membuat Indonesia berada pada peringkat 88, naik 19 tingkat yang sekarang berada di angka 0,6824 dari skala I. Survei itu menunjukan lebih baik dari rata-rata dunia dan rata-rata ASEAN.  “Kapasitas ini tentunya perlu ditingkatkan lebih lagi bahkan hingga mencapai nilai indeks yang sempurna,” harap Menteri Johnny.

Menteri Kominfo menyatakan momentum kali ini merupakan hal yang luar biasa, dimana negara seharusnya sudah memberikan kesempatan untuk mengisi dan menikmati waktu purnatugas kepada mantan Sekretaris Jenderal dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo itu.

“Tetapi negara tetap memanggil Pak Basuki dan Ibu Niken untuk melanjutkan karyanya. Karena memang ada kekuatan, kewenangan, kelebihan yang secara khusus sebagai guru bagi ASN yang lain,” ujarnya.

Kembangkan Keterampilan ASN

Menurut Menteri Johnny, widyaiswara merupakan jabatan fungsional yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk mengembangkan kapasitas ASN di lembaga-lembaga pelatihan pemerintah. Tugas dan profesi tersebut juga menuntut komitmen yang tinggi, ketangkasan serta kemampuan adaptasi yang mumpuni untuk bergerak seiring dengan perubahan situasi. 

“Apalagi di saat pandemi Covid-19 tuntutan yang paling besar saat Covid-19 adalah kemampuan adaptasi dan kemampuan secara tepat merubah peran situasi. Ini cocok betul, adaptasi dengan situasi yang baru dan mengambil peran yang baru sebagai widyaiswara,” ungkapnya.

Indonesia, lanjut Menteri Kominfo, membutuhkan peran widyaiswara yang cakap untuk mempersiapkan akselerasi bagi terbentuknya SDM telekomunikasi dan SDM digital. Hal itu juga dibutuhkan dalam rangka mendorong akselerasi transformasi digital. 

“Sebagai upaya bersama kita untuk membajak momentum krisis pandemi covid-19 dan mewujudkan Indonesia Maju. Untuk menjamin kebijakan transformatif ini berjalan sesuai target yang telah kita bersama tetapkan, diperlukan peningkatan ASN yang terampil dalam digital dan mampu mengiringi realisasi kebijakan sektor ini,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya keterampilan teknis namun juga perubahan cara berpikir yang taktis dan dinamis serta pengembangan karakter yang adaptif dan kreatif.

“Upaya pengembangan ASN terampil digital juga sejalan dengan salah satu arahan Presiden terkait transformasi digital yakni  menyiapkan talenta digital dilakukan untuk melengkapi upaya percepatan digital lainnya, perluasan infrastruktur, akses internet, pengembangan dan adopsi teknologi digitial, penyiapan regulasi transformasi digital serta penguatan kolaborasi internasional,” tuturnya.

Menteri Kominfo menegaskan era digital merupakan suatu era baru dan tidak terbatas dengan kedaulatan teritorial semata. Menurutnya,  era digital juga menjadi ekstrateritorial. Dalam beberapa tahun ke depan, Kementerian Kominfo akan membangun beberapa fasilitas pendukung transformasi digital.

“Diantaranya Pusat Data Nasional, Pusat Monitoring Telekomunikasi Nasional dan berbagai titik infrastruktur internet. Perkembangan ini mendorong urgensi untuk menyiapkan ASN yang terampil di sektor digital untuk memastikan bahwa infrastruktur teknologi dan regulasi yang disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan  menciptakan ruang-ruang digital yang sehat, yang positif dan yang produktif,” jelasnya.

Apresiasi

Pengangkatan Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama Kominfo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama.

“Saya mengucapkan selamat bertugas dan selamat mengabdi kepada Ibu Rosarita Niken Widiastuti dan Bapak Basuki Yusuf Iskandar untuk jabatan serta tanggung jawab barunya. Mari tetap menjaga profesionalisme dan meningkatkan kolaborasi dalam satu misi dan visi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat dan mandiri,” ujar Menteri Johnny. 

Menurut Menteri Kominfo, penghargaan yang diberikan kepada dua pejabat tersebut perlu dilihat sebagai bentuk penghargaan yang sebelumnya menjalankan pengabdiannya sebagai Sekjen dan Kepala Balitbang SDM Kementerian Kominfo.

“Secara lebih luas pelantikan ini adalah bagian dari upaya kementerian Kominfo untuk mendukung perwujudan masyarakat digital Indonesia, masyarakat di mana ditandai dengan demografi bonus dengan usia produktif masyarakat kita dalam jumlah yang cukup besar,” jelasnya.

Pengangkatan dan Pelantikan Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama Kominfo disaksikan oleh Inspektur Jenderal Doddy Setiadi dan Dirjen SDPPI Ismail. Turut hadir pejabat eselon I Dirjen IKP Widodo Muktiyo, Dirut BAKTI Anang Latif, Staf Khusus Menteri Dedy Permadi, serta Staf Khusus Menteri Philip Gobang .

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Siaran Pers No. 136/HM/KOMINFO/10/2020

Siaran Pers No. 136/HM/KOMINFO/10/2020

Rabu, 21 Oktober 2020

tentang

Lantik Widyaiswara Utama, Menkominfo: Butuh Widyaiswara Andal untuk Transformasi Digital Sektor Publik

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate melantik Rosarita Niken Widiastuti dan Basuki Yusuf Iskandar menjadi Pejabat Fungsional Widyaiswara Utama. Menurut Menteri Kominfo saat ini lembaga yang dipimpinnya membutuhkan widyaiswara andal untuk mewujudkan transformasi digital di sektor publik.

Menurut Menteri Johnny, saat ini Kementerian Kominfo membutuhkan widyaiswara yang andal guna peningkatan kualitas layanan electronic government untuk memastikan transformasi digital di sektor publik berjalan dengan lancar.

“Dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh baik Bu Niken maupun Pak Basuki, saya yakin tugas ini akan diemban dengan baik. Kita sama-sama merancang itu, apalagi Pak Basuki setiap hari urusannya digital talent, apalagi Ibu Niken setiap hari memperhatikan regulasi-regulasinya bahkan memastikan ketersediaan anggarannya, bukan hal yang baru tapi sekarang perannya yang dibutuhkan,” ungkapnya dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Widyaiswara Utama di Ruang Anantakupa Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Mengutip  hasil survei Electronic Development Development Indeks (EGDI) yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Kominfo memberikan gambaran mengenai kesiapan transformasi digital ASN Indonesia. “Indeks ini mengukur kesiapan di tiga aspek melalui pelayanan pemerintahan daring, kualitas infrastruktur telekomunikasi serta kecakapan digital masyarakat,” ungkapnya.

Pada tahun 2020 ini, angka indeks EGDI adalah setara dengan 0,6612 dari skala 1 dan membuat Indonesia berada pada peringkat 88, naik 19 tingkat yang sekarang berada di angka 0,6824 dari skala I. Survei itu menunjukan lebih baik dari rata-rata dunia dan rata-rata ASEAN.  “Kapasitas ini tentunya perlu ditingkatkan lebih lagi bahkan hingga mencapai nilai indeks yang sempurna,” harap Menteri Johnny.

Menteri Kominfo menyatakan momentum kali ini merupakan hal yang luar biasa, dimana negara seharusnya sudah memberikan kesempatan untuk mengisi dan menikmati waktu purnatugas kepada mantan Sekretaris Jenderal dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo itu.

“Tetapi negara tetap memanggil Pak Basuki dan Ibu Niken untuk melanjutkan karyanya. Karena memang ada kekuatan, kewenangan, kelebihan yang secara khusus sebagai guru bagi ASN yang lain,” ujarnya.

Kembangkan Keterampilan ASN

Menurut Menteri Johnny, widyaiswara merupakan jabatan fungsional yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk mengembangkan kapasitas ASN di lembaga-lembaga pelatihan pemerintah. Tugas dan profesi tersebut juga menuntut komitmen yang tinggi, ketangkasan serta kemampuan adaptasi yang mumpuni untuk bergerak seiring dengan perubahan situasi. 

“Apalagi di saat pandemi Covid-19 tuntutan yang paling besar saat Covid-19 adalah kemampuan adaptasi dan kemampuan secara tepat merubah peran situasi. Ini cocok betul, adaptasi dengan situasi yang baru dan mengambil peran yang baru sebagai widyaiswara,” ungkapnya.

Indonesia, lanjut Menteri Kominfo, membutuhkan peran widyaiswara yang cakap untuk mempersiapkan akselerasi bagi terbentuknya SDM telekomunikasi dan SDM digital. Hal itu juga dibutuhkan dalam rangka mendorong akselerasi transformasi digital. 

“Sebagai upaya bersama kita untuk membajak momentum krisis pandemi covid-19 dan mewujudkan Indonesia Maju. Untuk menjamin kebijakan transformatif ini berjalan sesuai target yang telah kita bersama tetapkan, diperlukan peningkatan ASN yang terampil dalam digital dan mampu mengiringi realisasi kebijakan sektor ini,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya keterampilan teknis namun juga perubahan cara berpikir yang taktis dan dinamis serta pengembangan karakter yang adaptif dan kreatif.

“Upaya pengembangan ASN terampil digital juga sejalan dengan salah satu arahan Presiden terkait transformasi digital yakni  menyiapkan talenta digital dilakukan untuk melengkapi upaya percepatan digital lainnya, perluasan infrastruktur, akses internet, pengembangan dan adopsi teknologi digitial, penyiapan regulasi transformasi digital serta penguatan kolaborasi internasional,” tuturnya.

Menteri Kominfo menegaskan era digital merupakan suatu era baru dan tidak terbatas dengan kedaulatan teritorial semata. Menurutnya,  era digital juga menjadi ekstrateritorial. Dalam beberapa tahun ke depan, Kementerian Kominfo akan membangun beberapa fasilitas pendukung transformasi digital.

“Diantaranya Pusat Data Nasional, Pusat Monitoring Telekomunikasi Nasional dan berbagai titik infrastruktur internet. Perkembangan ini mendorong urgensi untuk menyiapkan ASN yang terampil di sektor digital untuk memastikan bahwa infrastruktur teknologi dan regulasi yang disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan  menciptakan ruang-ruang digital yang sehat, yang positif dan yang produktif,” jelasnya.

Apresiasi

Pengangkatan Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama Kominfo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama.

“Saya mengucapkan selamat bertugas dan selamat mengabdi kepada Ibu Rosarita Niken Widiastuti dan Bapak Basuki Yusuf Iskandar untuk jabatan serta tanggung jawab barunya. Mari tetap menjaga profesionalisme dan meningkatkan kolaborasi dalam satu misi dan visi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat dan mandiri,” ujar Menteri Johnny. 

Menurut Menteri Kominfo, penghargaan yang diberikan kepada dua pejabat tersebut perlu dilihat sebagai bentuk penghargaan yang sebelumnya menjalankan pengabdiannya sebagai Sekjen dan Kepala Balitbang SDM Kementerian Kominfo.

“Secara lebih luas pelantikan ini adalah bagian dari upaya kementerian Kominfo untuk mendukung perwujudan masyarakat digital Indonesia, masyarakat di mana ditandai dengan demografi bonus dengan usia produktif masyarakat kita dalam jumlah yang cukup besar,” jelasnya.

Pengangkatan dan Pelantikan Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama Kominfo disaksikan oleh Inspektur Jenderal Doddy Setiadi dan Dirjen SDPPI Ismail. Turut hadir pejabat eselon I Dirjen IKP Widodo Muktiyo, Dirut BAKTI Anang Latif, Staf Khusus Menteri Dedy Permadi, serta Staf Khusus Menteri Philip Gobang .

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id