Dirjen Aptika: Anak Muda Pewaris Startup Digital

2 Agustus 2020


Jakarta, Kominfo – Anak muda atau kaum milenial merupakan pewaris startup digital di Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan,hal itu dilihat dari dukungan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekosistem startup.

“Waktu pertama kali pemerintah mencanangkan pembangunan internet di Indonesia yang diajak siapa? Anak-anak muda,” tutur Dirjen Aptika dalam podcast Cakap Startup: Percakapan tentang Regulasi,Nyali dan Inovasi, ditayangkan lewat akun official Youtube Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, dari Jakarta, Minggu (02/08/2020) malam.

Dirjen Semuel mengatakan, saat ini menjadi tugas dan tanggung jawabnya di pemerintahan untuk mengajak anak muda melakukan transformasi digital. Sebab, dengan dibangunnya infrastruktur telekomunikasi juga diimbangi dengan menyiapkan SDM atau talenta digital.

“Kalau jaringannya sudah diselesaikan, kita sudah masuk ke era digital, kalau tidak disiapkan anak-anak muda ini untuk yang menjalani maka kita akan menjadi penonton,” ujar Dirjen Semuel

Menurut Dirjen Aptika, SDM digital atau anak muda penerus dan masa depan startup digital perlu menyiapkan skill di bidang teknologi, begitu juga dengan dunia bisnis. Selain itu, Indonesia juga memerlukan peran anak muda yang memiliki antusias yang tinggi terhadap laju transformasi digital.

Selama di pemerintahan, Dirjen Semuel menceritakan banyak melakukan interaksi dengan anak muda yang mempunyai antusias dalam membangun startup di Indonesia, “Karena itu, kita harus tetap belajar,” imbuhnya.

Peluang Startup

Dirjen Aptika menjelaskan bahwa untuk mengenal dunia startup dilihat dari cara baru yang diterapkan dalam setiap perusahaan, utamanya pada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital.

“Kalau dulu saya buat perusahaan itu saya harus punya modal dulu, punya gedung dan punya anak buah baru bisa berusaha, sekarang kan gak perlu. Ide, kemauan keras dan kita mau kerja bisa kita buat satu perusahaan, kalau dulu harus ada modal dasarnya itu harus ratusan juta,” jelasnya

Sebagai contoh, pedagang di era digital ini hanya perlu modal kamera atau gadget dan koneksi internet. Dengan modal itu pun sudah bisa melibatkan semua orang menjadi target pasar. Hal tersebut yang kemudian menarik ketika menyoal startu digital bagi kalangan muda.

“Kalau dalam konsep transformasi digital, pada saat kita bertransformasi kita harus punya motto ‘nobody left behind’, semua orang harus diajak, semua orang harus diajarin. Jadi kita harus benar-benar telaten,” tuturnya.

Sisi lain dari upaya pemerintah mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam mengisi startup digital adalah untuk melakukan literasi digital, guna meminimalisir penipuan dan tidak menjadi korban hoaks.

Jakarta, Kominfo – Anak muda atau kaum milenial merupakan pewaris startup digital di Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan,hal itu dilihat dari dukungan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekosistem startup.

“Waktu pertama kali pemerintah mencanangkan pembangunan internet di Indonesia yang diajak siapa? Anak-anak muda,” tutur Dirjen Aptika dalam podcast Cakap Startup: Percakapan tentang Regulasi,Nyali dan Inovasi, ditayangkan lewat akun official Youtube Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, dari Jakarta, Minggu (02/08/2020) malam.

Dirjen Semuel mengatakan, saat ini menjadi tugas dan tanggung jawabnya di pemerintahan untuk mengajak anak muda melakukan transformasi digital. Sebab, dengan dibangunnya infrastruktur telekomunikasi juga diimbangi dengan menyiapkan SDM atau talenta digital.

“Kalau jaringannya sudah diselesaikan, kita sudah masuk ke era digital, kalau tidak disiapkan anak-anak muda ini untuk yang menjalani maka kita akan menjadi penonton,” ujar Dirjen Semuel

Menurut Dirjen Aptika, SDM digital atau anak muda penerus dan masa depan startup digital perlu menyiapkan skill di bidang teknologi, begitu juga dengan dunia bisnis. Selain itu, Indonesia juga memerlukan peran anak muda yang memiliki antusias yang tinggi terhadap laju transformasi digital.

Selama di pemerintahan, Dirjen Semuel menceritakan banyak melakukan interaksi dengan anak muda yang mempunyai antusias dalam membangun startup di Indonesia, “Karena itu, kita harus tetap belajar,” imbuhnya.

Peluang Startup

Dirjen Aptika menjelaskan bahwa untuk mengenal dunia startup dilihat dari cara baru yang diterapkan dalam setiap perusahaan, utamanya pada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital.

“Kalau dulu saya buat perusahaan itu saya harus punya modal dulu, punya gedung dan punya anak buah baru bisa berusaha, sekarang kan gak perlu. Ide, kemauan keras dan kita mau kerja bisa kita buat satu perusahaan, kalau dulu harus ada modal dasarnya itu harus ratusan juta,” jelasnya

Sebagai contoh, pedagang di era digital ini hanya perlu modal kamera atau gadget dan koneksi internet. Dengan modal itu pun sudah bisa melibatkan semua orang menjadi target pasar. Hal tersebut yang kemudian menarik ketika menyoal startu digital bagi kalangan muda.

“Kalau dalam konsep transformasi digital, pada saat kita bertransformasi kita harus punya motto ‘nobody left behind’, semua orang harus diajak, semua orang harus diajarin. Jadi kita harus benar-benar telaten,” tuturnya.

Sisi lain dari upaya pemerintah mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam mengisi startup digital adalah untuk melakukan literasi digital, guna meminimalisir penipuan dan tidak menjadi korban hoaks.