Wali Kota Fasha Serahkan Insentif Bagi Pahlawan Kemanusiaan

13 Mei 2020


JAMBI – Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha menyerahkan insentif bagi “Pahlawan Kemanusiaan”, yaitu seluruh petugas garda terdepan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Jambi.

Insentif perdana itu diserahkan Wali Kota Jambi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Jambi secara simbolis kepada masing-masing perwakilan petugas di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Mako Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Selasa siang (12/5).

Perwakilan petugas tersebut terdiri dari personil TNI, Polri, Dishub, Damkar, Paramedis, Satpol PP dan Petugas Disinfeksi. Total sebanyak 900 personil gabungan yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Jambi. Turut hadir pula pada kesempatan itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian dan Kadsim 0415/BTH Mayor Benny.

Dalam sambutannya, Wali Kota Fasha menyebut, bahwa seluruh petugas yang berjuang di lapangan, sebagai garda terdepan penanganan wabah pandemi Covid-19 di Kota Jambi adalah Pahlawan Kemanusiaan masa kini. Hal tersebut dikarenakan seluruh petugas telah berjuang bertaruh nyawa dan siap mengorbankan segala sesuatunya untuk melindungi masyarakat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Jambi.

“Bagi kami anda semua adalah pahlawan masa kini, pahlawan kemanusiaan. Mengapa demikian, karena anda berjuang bertaruh nyawa, berkorban demi melindungi masyarakat dari wabah Covid-19. Memang anda tidak mengangkat senjata melawan musuh, namun ditengah wabah ini, nilai perjuangan saudara sama seperti berjuang di garis terdepan di medan perperangan” ujar Fasha.

Lebih lanjut Fasha juga menyatakan bahwa, insentif yang diberikan negara kepada seluruh petugas, belum bisa membayar jasa dan pengorbanan yang diberikan oleh seluruh petugas.

“Mohon untuk tidak menilai yang kami berikan ini dari nominalnya. Karena apa yang kami berikan hari ini, tidak akan pernah bisa membalas dan tidak akan sepadan dengan perjuangan saudara di lapangan. Namun paling tidak, ini adalah bentuk perhatian dan apresiasi negara atas pengabdian tulus saudara sekalian,” tambah Wali Kota Jambi itu.

Sejak ditetapkan pertama kali, satuan gugus tugas Kota Jambi telah bekerja selama 43 hari, 24 jam non-stop. Mereka akan terus bertugas hingga wabah ini usai. Insentif tahap II, kembali akan diberikan menjelang hari raya Idul fitri mendatang.

Selain insentif, Wali Kota Fasha turut pula menjamin kesehatan seluruh petugas, yaitu dengan memenuhi ketersediaan dan kebutuhan nutrisi, serta vitamin yang diberikan secara berkala kepada seluruh petugas. Selain itu, mereka juga rutin diperiksa kesehatannya oleh tim medis.

“Insentif adalah sebagai apresiasi dari pemerintah untuk petugas di lapangan yang tetap bertugas siang dan malam. Mereka meninggalkan anak dan istri di rumah untuk memastikan Kota Jambi bebas dari penyebaran virus corona. Kita hargai tugas mereka. Kami atas nama pemerintah, mengucapkan terima kasih atas jasa dan pengabdian mereka selama ini. Mudah-mudahan bencana ini cepat selesai, dan kita bisa kembali hidup normal seperti sedia kala,” pungkas Fasha.

Sejak Kota Jambi ditetapkan dalam kondisi tanggap wabah Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi langsung bergerak cepat untuk meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi yang didukung sepenuhnya oleh jajaran TNI/Polri, telah mengakselerasikan langkah untuk melaksanakan berbagai langkah aksi pencegahan. Mulai dari disinfeksi massal seluruh wilayah Kota Jambi, patroli pengawasan pemberlakuan jam malam, hingga pengetatan pintu masuk gerbang Kota, baik melalui akses darat, laut dan udara.

Intensitas kerja petugas gabungan tersebut terbilang tidak pernah berhenti, karena kegiatan mereka dilaksanakan selama 24 jam penuh, setiap hari. Tim gabungan ini bekerja dalam 3 shift berbeda setiap harinya disetiap lininya.

Khusus untuk pengetatan pintu gerbang kota dan perbatasan, dilaksanakan di enam titik pos pemantauan dan pemeriksaan. Itu belum termasuk pos pemeriksaan di Bandara, Terminal dan Pelabuhan.

Sumber: Bagian Humas Setda Kota Jambi


JAMBI – Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha menyerahkan insentif bagi “Pahlawan Kemanusiaan”, yaitu seluruh petugas garda terdepan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Jambi.

Insentif perdana itu diserahkan Wali Kota Jambi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Jambi secara simbolis kepada masing-masing perwakilan petugas di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Mako Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Selasa siang (12/5).

Perwakilan petugas tersebut terdiri dari personil TNI, Polri, Dishub, Damkar, Paramedis, Satpol PP dan Petugas Disinfeksi. Total sebanyak 900 personil gabungan yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Jambi. Turut hadir pula pada kesempatan itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian dan Kadsim 0415/BTH Mayor Benny.

Dalam sambutannya, Wali Kota Fasha menyebut, bahwa seluruh petugas yang berjuang di lapangan, sebagai garda terdepan penanganan wabah pandemi Covid-19 di Kota Jambi adalah Pahlawan Kemanusiaan masa kini. Hal tersebut dikarenakan seluruh petugas telah berjuang bertaruh nyawa dan siap mengorbankan segala sesuatunya untuk melindungi masyarakat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Jambi.

“Bagi kami anda semua adalah pahlawan masa kini, pahlawan kemanusiaan. Mengapa demikian, karena anda berjuang bertaruh nyawa, berkorban demi melindungi masyarakat dari wabah Covid-19. Memang anda tidak mengangkat senjata melawan musuh, namun ditengah wabah ini, nilai perjuangan saudara sama seperti berjuang di garis terdepan di medan perperangan” ujar Fasha.

Lebih lanjut Fasha juga menyatakan bahwa, insentif yang diberikan negara kepada seluruh petugas, belum bisa membayar jasa dan pengorbanan yang diberikan oleh seluruh petugas.

“Mohon untuk tidak menilai yang kami berikan ini dari nominalnya. Karena apa yang kami berikan hari ini, tidak akan pernah bisa membalas dan tidak akan sepadan dengan perjuangan saudara di lapangan. Namun paling tidak, ini adalah bentuk perhatian dan apresiasi negara atas pengabdian tulus saudara sekalian,” tambah Wali Kota Jambi itu.

Sejak ditetapkan pertama kali, satuan gugus tugas Kota Jambi telah bekerja selama 43 hari, 24 jam non-stop. Mereka akan terus bertugas hingga wabah ini usai. Insentif tahap II, kembali akan diberikan menjelang hari raya Idul fitri mendatang.

Selain insentif, Wali Kota Fasha turut pula menjamin kesehatan seluruh petugas, yaitu dengan memenuhi ketersediaan dan kebutuhan nutrisi, serta vitamin yang diberikan secara berkala kepada seluruh petugas. Selain itu, mereka juga rutin diperiksa kesehatannya oleh tim medis.

“Insentif adalah sebagai apresiasi dari pemerintah untuk petugas di lapangan yang tetap bertugas siang dan malam. Mereka meninggalkan anak dan istri di rumah untuk memastikan Kota Jambi bebas dari penyebaran virus corona. Kita hargai tugas mereka. Kami atas nama pemerintah, mengucapkan terima kasih atas jasa dan pengabdian mereka selama ini. Mudah-mudahan bencana ini cepat selesai, dan kita bisa kembali hidup normal seperti sedia kala,” pungkas Fasha.

Sejak Kota Jambi ditetapkan dalam kondisi tanggap wabah Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi langsung bergerak cepat untuk meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi yang didukung sepenuhnya oleh jajaran TNI/Polri, telah mengakselerasikan langkah untuk melaksanakan berbagai langkah aksi pencegahan. Mulai dari disinfeksi massal seluruh wilayah Kota Jambi, patroli pengawasan pemberlakuan jam malam, hingga pengetatan pintu masuk gerbang Kota, baik melalui akses darat, laut dan udara.

Intensitas kerja petugas gabungan tersebut terbilang tidak pernah berhenti, karena kegiatan mereka dilaksanakan selama 24 jam penuh, setiap hari. Tim gabungan ini bekerja dalam 3 shift berbeda setiap harinya disetiap lininya.

Khusus untuk pengetatan pintu gerbang kota dan perbatasan, dilaksanakan di enam titik pos pemantauan dan pemeriksaan. Itu belum termasuk pos pemeriksaan di Bandara, Terminal dan Pelabuhan.

Sumber: Bagian Humas Setda Kota Jambi