Wali Kota Jambi Terpilih Sebagai Ketua AKKOPSI

25 June 2019


Jakarta- Sejarah seolah kembali berulang. Pemimpin Kota Jambi dipercaya kembali untuk menahkodai sebuah organisasi terbesar di Indonesia, yaitu aliansi daerah kota dan kabupaten yang memiliki visi sama dalam isu penanganan sanitasi.

Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Aliansi Kota-Kabupaten Peduli Sanitasi untuk periode masa bakti tahun 2019-2021. Pemilihan tersebut diputuskan oleh Dewan Pengurus AKKOPSI dalam Rapat Dewan Pengurus AKKOPSI di Jakarta (24/6).

Hadir dalam rapat tersebut antara lain, Wali Kota Jambi Fasha selaku Sekretaris Jenderal AKKOPSI, perwakilan Bupati Malang selaku Ketua I AKKOPSI, perwakilan Bupati Tangerang selaku Ketua II AKKOPSI, perwakilan Wali Kota Banjarmasin selaku Ketua III AKKOPSI, Perwakilan Wali Kota Bontang selaku Bendahara Umum AKKOPSI dan Direktur Eksekutif Sekretariat Nasional AKKOPSI Josrizal Zain

Rapat dewan pengurus tersebut, menyepakati beberapa keputusan penting diantaranya menunjuk Wali Kota Jambi Syarif Fasha sebagai Ketua Umum AKKOPSI menggantikan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto yang telah habis masa jabatannya.

Seluruh dewan pengurus yang hadir merupakan perwakilan suara dari seluruh anggota AKKOPSI yang saat ini berjumlah sebanyak 492 Kota/Kabupaten se-Indonesia. Saat ini AKKOPSI merupakan asosiasi pemerintah daerah dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia.

Dalam sambutannya sesaat didaulat menjadi Ketua Umum AKKOPSI, Wali Kota Jambi Fasha mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan AKKOPSI sebagai aliansi daerah terbesar di Indonesia yang memberikan manfaat besar bagi anggotanya dan masyarakat daerah anggota tersebut.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh rekan-rekan anggota dan dewan pengurus kepada saya, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi yang terbesar di Indonesia ini. Amanah ini sesungguhnya sangat berat luar biasa, karena kedepan kita dihadapkan dengan berbagai tantangan berat dalam bidang pembangunan sanitasi di Indonesia. Namun, InsyaAllah amanah ini akan kami laksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ungkap Wali Kota Jambi Fasha.

Fasha juga menyampaikan beberapa rencana kerja strategis kedepan yang akan menjadi program kerja unggulan dirinya saat memimpin AKKOPSI hingga tahun 2021 mendatang. Dirinyapun mengajak seluruh anggota untuk mengutamakan kolaborasi dan kerjasama antar daerah, demi terciptanya kemajuan bersama dan tercapainya tujuan utama dibentuknya AKKOPSI.

Dengan terpilihnya Wali Kota Jambi Fasha pada organisasi tersebut, tentunya akan menambah deretan prestasi yang diraih oleh Wali Kota Jambi dua periode tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa, Wali Kota Jambi Fasha selain baru saja terpilih menjabat sebagai Ketua Umum AKKOPSI, dirinya saat ini juga menjabat posisi penting di beberapa organisasi besar lainnya. Seperti, Wakil Ketua APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) Bidang Pembangunan. Tentunya berbagai posisi penting tersebut makin menasbihkan posisi daya tawar (bargaining power) Pemkot Jambi dilevel nasional, bahkan internasional.

Yang membanggakan pula, Kota Jambi adalah salah satu dari 6 kota pertama pendiri AKKOPSI dan lokasi dibentuknya pertama kali organisasi ini 9 tahun yang lalu pada tanggal 22 Oktober 2009. Presiden RI Joko Widodo pun merupakan salah satu dari 6 Wali Kota pendiri AKKOPSI (saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Surakarta).

Deklarasi Jambi saat itu dijadikan sebagai ikrar dan tonggak dasar pembentukan AKKOPSI yang awalnya berisi para Wali Kota, kemudian dalam perjalanannya, mengakomodasi para bupati di Indonesia untuk turut bergabung dalam asosiasi ini.

Tahun 2018 lalu, Kota Jambi kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan City Sanitation Summit (CSS) ke-XVIII. Tepat di usia 9 tahun AKKOPSI, perhelatan tersebut diabadikan untuk mengenang secara khusus, bahwa Kota Jambi adalah peletak tonggak sejarah pendirian aliansi yang lahir secara suka rela (bukan top-down) sesuai kebutuhan, kesadaran dan komitmen para kepala dareah yang peduli akan sanitasi di daerahnya masing-masing.

AKKOPSI sendiri adalah organisasi aliansi kota-kabupaten peduli sanitasi, yang mengedepankan komitmen menjadikan sanitasi sebagai basic needs priority dalam perencanaan pembangunan daerah dan pencapaian target SDGs (Sustainable Development Goals).

Saat ini, Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) semakin menunjukkan peran utama mereka dalam mendorong advokasi kebijakan kepala daerah untuk pembangunan layanan dasar bagi masyarakat, khususnya untuk sektor sanitasi, air minum serta perumahan dan perkotaan.

Dalam waktu dekat, 492 kepala daerah Bupati dan Wali Kota akan bertemu kembali membahas permasalahan sanitasi dalam momentum Advokasi dan Horizontal Learning (AHL) AKKOPSI di Kabupaten Malang yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang dan City Sanitation Summit (CSS) XIX di Kota Banjarmasin pada bulan September mendatang.

SUMBER: BAG. HUMAS SETDA KOTA JAMBI.


Jakarta- Sejarah seolah kembali berulang. Pemimpin Kota Jambi dipercaya kembali untuk menahkodai sebuah organisasi terbesar di Indonesia, yaitu aliansi daerah kota dan kabupaten yang memiliki visi sama dalam isu penanganan sanitasi.

Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Aliansi Kota-Kabupaten Peduli Sanitasi untuk periode masa bakti tahun 2019-2021. Pemilihan tersebut diputuskan oleh Dewan Pengurus AKKOPSI dalam Rapat Dewan Pengurus AKKOPSI di Jakarta (24/6).

Hadir dalam rapat tersebut antara lain, Wali Kota Jambi Fasha selaku Sekretaris Jenderal AKKOPSI, perwakilan Bupati Malang selaku Ketua I AKKOPSI, perwakilan Bupati Tangerang selaku Ketua II AKKOPSI, perwakilan Wali Kota Banjarmasin selaku Ketua III AKKOPSI, Perwakilan Wali Kota Bontang selaku Bendahara Umum AKKOPSI dan Direktur Eksekutif Sekretariat Nasional AKKOPSI Josrizal Zain

Rapat dewan pengurus tersebut, menyepakati beberapa keputusan penting diantaranya menunjuk Wali Kota Jambi Syarif Fasha sebagai Ketua Umum AKKOPSI menggantikan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto yang telah habis masa jabatannya.

Seluruh dewan pengurus yang hadir merupakan perwakilan suara dari seluruh anggota AKKOPSI yang saat ini berjumlah sebanyak 492 Kota/Kabupaten se-Indonesia. Saat ini AKKOPSI merupakan asosiasi pemerintah daerah dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia.

Dalam sambutannya sesaat didaulat menjadi Ketua Umum AKKOPSI, Wali Kota Jambi Fasha mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan AKKOPSI sebagai aliansi daerah terbesar di Indonesia yang memberikan manfaat besar bagi anggotanya dan masyarakat daerah anggota tersebut.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh rekan-rekan anggota dan dewan pengurus kepada saya, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi yang terbesar di Indonesia ini. Amanah ini sesungguhnya sangat berat luar biasa, karena kedepan kita dihadapkan dengan berbagai tantangan berat dalam bidang pembangunan sanitasi di Indonesia. Namun, InsyaAllah amanah ini akan kami laksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ungkap Wali Kota Jambi Fasha.

Fasha juga menyampaikan beberapa rencana kerja strategis kedepan yang akan menjadi program kerja unggulan dirinya saat memimpin AKKOPSI hingga tahun 2021 mendatang. Dirinyapun mengajak seluruh anggota untuk mengutamakan kolaborasi dan kerjasama antar daerah, demi terciptanya kemajuan bersama dan tercapainya tujuan utama dibentuknya AKKOPSI.

Dengan terpilihnya Wali Kota Jambi Fasha pada organisasi tersebut, tentunya akan menambah deretan prestasi yang diraih oleh Wali Kota Jambi dua periode tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa, Wali Kota Jambi Fasha selain baru saja terpilih menjabat sebagai Ketua Umum AKKOPSI, dirinya saat ini juga menjabat posisi penting di beberapa organisasi besar lainnya. Seperti, Wakil Ketua APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) Bidang Pembangunan. Tentunya berbagai posisi penting tersebut makin menasbihkan posisi daya tawar (bargaining power) Pemkot Jambi dilevel nasional, bahkan internasional.

Yang membanggakan pula, Kota Jambi adalah salah satu dari 6 kota pertama pendiri AKKOPSI dan lokasi dibentuknya pertama kali organisasi ini 9 tahun yang lalu pada tanggal 22 Oktober 2009. Presiden RI Joko Widodo pun merupakan salah satu dari 6 Wali Kota pendiri AKKOPSI (saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Surakarta).

Deklarasi Jambi saat itu dijadikan sebagai ikrar dan tonggak dasar pembentukan AKKOPSI yang awalnya berisi para Wali Kota, kemudian dalam perjalanannya, mengakomodasi para bupati di Indonesia untuk turut bergabung dalam asosiasi ini.

Tahun 2018 lalu, Kota Jambi kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan City Sanitation Summit (CSS) ke-XVIII. Tepat di usia 9 tahun AKKOPSI, perhelatan tersebut diabadikan untuk mengenang secara khusus, bahwa Kota Jambi adalah peletak tonggak sejarah pendirian aliansi yang lahir secara suka rela (bukan top-down) sesuai kebutuhan, kesadaran dan komitmen para kepala dareah yang peduli akan sanitasi di daerahnya masing-masing.

AKKOPSI sendiri adalah organisasi aliansi kota-kabupaten peduli sanitasi, yang mengedepankan komitmen menjadikan sanitasi sebagai basic needs priority dalam perencanaan pembangunan daerah dan pencapaian target SDGs (Sustainable Development Goals).

Saat ini, Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) semakin menunjukkan peran utama mereka dalam mendorong advokasi kebijakan kepala daerah untuk pembangunan layanan dasar bagi masyarakat, khususnya untuk sektor sanitasi, air minum serta perumahan dan perkotaan.

Dalam waktu dekat, 492 kepala daerah Bupati dan Wali Kota akan bertemu kembali membahas permasalahan sanitasi dalam momentum Advokasi dan Horizontal Learning (AHL) AKKOPSI di Kabupaten Malang yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang dan City Sanitation Summit (CSS) XIX di Kota Banjarmasin pada bulan September mendatang.

SUMBER: BAG. HUMAS SETDA KOTA JAMBI.