Sinergi Pemerintah dan Badan Usaha Jadi Contoh di ITU Telecom World 2019

12 September 2019


Siaran Pers No. 180/HM/KOMINFO/09/2019

Siaran Pers No. 180/HM/KOMINFO/09/2019

Kamis, 12 September 2019

Tentang

Sinergi Pemerintah dan Badan Usaha Jadi Contoh di ITU Telecom World 2019

Budapest, Kominfo – Setelah menggaungkan capaian keberhasilan inklusi digital di ajang internasional ITU Telecom World Budapest 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menampilkan contoh sukses Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang dapat mendorong tumbuhnya ekosistem penunjang ekonomi digital di Indonesia. Selain berhasil membukukan kerja sama sinergis dengan Huawei, kali ini, Ruangguru, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Indonesia Satu Tujuh, Indigo, dan Cubeacon berbagi kisah sukses di Indonesia Pavillion dalam Forum ITU Telecom World.

Dalam Ministerial Roundtable ITU Telecom World 2019, yang berlangsung kemarin, Rabu (11/09/2019) di Budapest, Hungaria, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Anang Achmad Latif, memaparkan kesuksesan Indonesia mengakselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi melalui kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP).

“Ada tiga fase yang kami lakukan dalam pengimplementasian PPP. Pertama kami merumuskan kerangka kerja pendanaan PPP, menentukan skema PPP dengan hasil utama studi pendahuluan dan identifikasi proyek,” tutur Anang Latif.

Pada fase kedua, Dirut BAKTI menyatakan Kementerian Kominfo melakukan analisis kerangka kerja kemitraan publik-swasta dan merumuskan proposal untuk dukungan pemerintah, jaminan, dan lokasi proyek.

“Hasil utama dari fase ini adalah studi kelayakan awal dari PPP. Terakhir adalah transaksi yang bertujuan untuk melakukan analisis pasar, pendirian badan usaha PPP, persiapan tender, pemberian penawaran, penandatanganan perjanjian PPP, dan penutupan keuangan,” jelas Anang Latif.

Dirut Anang menyebutkan skema KPBU atau Public Private Partnership (PPP) yang dikembangkan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi melibatkan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital.

“Penyebaran infrastruktur telekomunikasi merupakan salah satu contoh skema PPP. Selain infrastruktur kami juga berkolaborasi dengan para pelaku industri untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi digital secara cepat yang dapat meningkatkan kualitas SDM dan mencapai kesejahteraan yang adil dan inklusif,” jelasnya.

Kisah Sinergi dengan Pemerintah

Mengangkat tema Tech-enabled Education, Vice President Ruangguru, Ritchie Goenawan, menjelaskan bagaimana peran pemerintah menopang pertumbuhan startup digital yang dikembangkannya.

“Pertumbuhan jumlah pengguna aplikasi Ruangguru melesat sebanyak 10 kali di antara tahun 2016 dan 2018. Awalnya, jumlah pengguna aplikasi Ruangguru tercatat sebanyak 1 juta dan bertumbuh menjadi 10 juta di akhir periode tersebut. Selain berkat dukungan infrastruktur dari pemerintah, pertumbuhan pengguna juga didukung oleh ragam inovasi kami untuk mengurangi rata-rata konsumsi bandwith setiap produk video belajar Ruangguru sebanyak 80%,” tutur Ritchie Goenawan.

Saat ini, menurut Ritchie, pihaknya tengah berupaya mengembangkan inovasi agar bisa mendukung pengembangan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.

“Kami di Ruangguru berharap untuk bisa lebih berkontribusi terhadap perkembangan SDM sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi, demi kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, kami akan tetap rajin untuk berinovasi demi melayani lebih banyak segmen populasi dengan solusi edukasi berbasis teknologi,” jelasnya.

Bentuk inovasi yang dikembangankan Ruangguru bahkan sampai menghubungkan praktisi industri terbaik agar bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih memadai. “Tahun ini kami akan meluncurkan platform baru bernama Skill Academy, yang bertujuan menyediakan konten edukasi untuk pengembangan karier profesional maupun pribadi. Kursus yang tersedia akan diajarkan oleh praktisi industri terbaik dan materi pelajaran dirancang agar learning experience menjadi sangat menyenangkan, kondusif, dan efektif,” jelasnya.

Ritchie menyebut, platform Ruangguru tidak hanya dimanfaatkan oleh orang pribadi, melainkan sudah bisa menopang kebutuhan lembaga dan institusi pemerintah di Indonesia. “Ruangguru juga sudah memiliki produk B2B (Business-to-Business) bernama Ruangkerja untuk melatih kemampuan karyawan secara online. Platform tersebut telah dipakai beberapa institusi, seperti Nestle, Pertamina, Tokopedia, Kemenperin, Kemenristekdikti, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Head of Open Innovation Management Indigo Creative Nation (Indigo) Telkom Indonesia, Dinoor Susatijo memaparkan peran Telkom dalam Digitalizing Indonesia. Ia menyebut Telkom Indonesia menggunakan kapasitas broadband untuk pengembangan konten, aplikasi, maupun platform, termasuk membangun pengalaman pelanggan di dalamnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui teknologi.

“Telkom mendorong peran serta para milenial untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia melalui program Indigo Creative Nation, yaitu program pembinaan startup secara end-to-end yang diawali dengan pembinaan talenta digital, inkubasi dan akselerasi startup, memberikan akses pasar hingga membawa startup untuk mendapatkan pendanaan lanjutan dari berbagai investor startup di seluruh dunia,” paparnya dalam forum yang sama.

Menurut Dinoor, rangkaian kegiatan di Indigo Creative Nation, Telkom mengajak para milenial untuk mampu memahami permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat dan mampu mengembangkan ide-ide disruptif yang menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. “Pengembangan solusi-solusi tersebut dapat dilakukan melalui pembentukan startup digital yang pengembangannya dapat dilakukan bersama Indigo Creative Nation,” jelasnya.

Sementara itu, Group Head of Costumer Experience PT Telkomunikasi Indonesia (Telkom), Sri Safitri, membawakan materi dengan tema “Embracing Best in Class Digital Customer Experience”. Dalam pemaparannya Safitri menjelaskan tips sukses perusahaan dalam melaksanakan Customer Experience Transformation.

“Sangat penting dorongan dari CEO selalu pimpinan tertinggi di perusahaan untuk menjadikan Customer Experiece sebagai salah satu inisiatif Strategis. Salah satu kunci sukses di Era Digital Transformation adalah fokus di Customer Experience. Implementasi yang sukses berawal dari Engagement Pegawai yang baik sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk membangun budaya dan mindset Customer Experience,” jelasnya.

Sementara itu, masih dalam forum yang sama, CEO PT Indonesia Satu Tujuh, Teuku Amershah menjelaskan mengenai pemanfaatan infrastruktur teknologi yang pada akhirnya dapat mendukung peningkatan SDM Indonesia. Membawakan tema Rebooting Phone Call’s Trend, Amersah menjelaskan bagaimana peningkatan kualitas sumber daya dapat terdorong melalui MViCall.

“Kami mendorong masyarakat untuk lebih berani mengekspresikan dirinya dan semakin kreatif membuat konten. MViCall dibuat untuk menciptakan tren baru dalam bertelepon, dimana penelepon bisa berkreasi dan menampilkan konten yang dibuat langsung ke penerima telepon,” jelasnya.

CEO of Cubeacon, Fariz Yuniar menjelaskan presentasi mengenai Cubeacon Implementation Monitoring Productivity, Controlling, and Security. Yuniar menyebut kehadiran Cubeacon diharapkan bisa mendorong SDM Indonesia bisa lebih fokus mengembangkan potensinya. “Begitupun para pelaku bisnis dan jasa. Dengan alat yang dibuat oleh Cubeacon, sistem di dalamnya dapat mencatat data dan menganalisa pattern untuk meningkatkan produktivitas, melakukan pengaturan yang lebih sistematis, serta meningkatkan keamanan secara menyeluruh,” jelasnya.

Kerja Sama Strategis dengan Huawei

Kementerian Kominfo juga memanfaatkan perhelatan ITU Telecom World 2019 untuk penandatanganan MoU Kerja Sama dengan Huawei. MoU ditujukan untuk mengakselerasi pembangunan 5G mendukung solusi teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. “Kolaborasi ini juga diharapkan dapat lebih jauh lagi mendukung Indonesia untuk terus maju dan terkoneksi dengan rantai pasokan global,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti dalam penandatanganan bersama CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen.

Sekjen Niken Widiastuti menyambut baik kerja sama yang akan berlangsung terutama untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang kompeten di Indonesia. “Kami menyambut baik hubungan kerja sama yang terus berlanjut dengan Huawei. Jika sebelumnya kami menandatangani MoU untuk membangun sumber daya manusia, hari ini, kami begitu bersemangat dengan perluasan kerja sama kami untuk bersama membangun solusi ICT untuk membangun Indonesia. Keahlian Huawei dalam industri ICT dan ambisi kuat dari Indonesia untuk mengoptimalkan dampak ICT untuk ekonomi digital akan membuat MoU tersebut menciptakan hubungan yang saling mendukung antar kedua pihak,” jelasnya.

Menurut Jacky Chen, kerja sama itu diharapkan dapat dapat mempercepat keterhubungan di Indoensia. “Huawei sudah ada di Indonesia dari tahun 2000 dan sejak itu kami telah mengambil bagian di dalam infrastruktur ICT di Indonesia. Dengan kerja sama ini, kami siap untuk menyediakan teknologi canggih kami untuk lebih jauh lagi membangun Indonesia yang lebih terhubung,” jelasnya.

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Siaran Pers No. 180/HM/KOMINFO/09/2019

Siaran Pers No. 180/HM/KOMINFO/09/2019

Kamis, 12 September 2019

Tentang

Sinergi Pemerintah dan Badan Usaha Jadi Contoh di ITU Telecom World 2019

Budapest, Kominfo – Setelah menggaungkan capaian keberhasilan inklusi digital di ajang internasional ITU Telecom World Budapest 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menampilkan contoh sukses Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang dapat mendorong tumbuhnya ekosistem penunjang ekonomi digital di Indonesia. Selain berhasil membukukan kerja sama sinergis dengan Huawei, kali ini, Ruangguru, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Indonesia Satu Tujuh, Indigo, dan Cubeacon berbagi kisah sukses di Indonesia Pavillion dalam Forum ITU Telecom World.

Dalam Ministerial Roundtable ITU Telecom World 2019, yang berlangsung kemarin, Rabu (11/09/2019) di Budapest, Hungaria, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Anang Achmad Latif, memaparkan kesuksesan Indonesia mengakselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi melalui kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP).

“Ada tiga fase yang kami lakukan dalam pengimplementasian PPP. Pertama kami merumuskan kerangka kerja pendanaan PPP, menentukan skema PPP dengan hasil utama studi pendahuluan dan identifikasi proyek,” tutur Anang Latif.

Pada fase kedua, Dirut BAKTI menyatakan Kementerian Kominfo melakukan analisis kerangka kerja kemitraan publik-swasta dan merumuskan proposal untuk dukungan pemerintah, jaminan, dan lokasi proyek.

“Hasil utama dari fase ini adalah studi kelayakan awal dari PPP. Terakhir adalah transaksi yang bertujuan untuk melakukan analisis pasar, pendirian badan usaha PPP, persiapan tender, pemberian penawaran, penandatanganan perjanjian PPP, dan penutupan keuangan,” jelas Anang Latif.

Dirut Anang menyebutkan skema KPBU atau Public Private Partnership (PPP) yang dikembangkan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi melibatkan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital.

“Penyebaran infrastruktur telekomunikasi merupakan salah satu contoh skema PPP. Selain infrastruktur kami juga berkolaborasi dengan para pelaku industri untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi digital secara cepat yang dapat meningkatkan kualitas SDM dan mencapai kesejahteraan yang adil dan inklusif,” jelasnya.

Kisah Sinergi dengan Pemerintah

Mengangkat tema Tech-enabled Education, Vice President Ruangguru, Ritchie Goenawan, menjelaskan bagaimana peran pemerintah menopang pertumbuhan startup digital yang dikembangkannya.

“Pertumbuhan jumlah pengguna aplikasi Ruangguru melesat sebanyak 10 kali di antara tahun 2016 dan 2018. Awalnya, jumlah pengguna aplikasi Ruangguru tercatat sebanyak 1 juta dan bertumbuh menjadi 10 juta di akhir periode tersebut. Selain berkat dukungan infrastruktur dari pemerintah, pertumbuhan pengguna juga didukung oleh ragam inovasi kami untuk mengurangi rata-rata konsumsi bandwith setiap produk video belajar Ruangguru sebanyak 80%,” tutur Ritchie Goenawan.

Saat ini, menurut Ritchie, pihaknya tengah berupaya mengembangkan inovasi agar bisa mendukung pengembangan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.

“Kami di Ruangguru berharap untuk bisa lebih berkontribusi terhadap perkembangan SDM sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi, demi kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, kami akan tetap rajin untuk berinovasi demi melayani lebih banyak segmen populasi dengan solusi edukasi berbasis teknologi,” jelasnya.

Bentuk inovasi yang dikembangankan Ruangguru bahkan sampai menghubungkan praktisi industri terbaik agar bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih memadai. “Tahun ini kami akan meluncurkan platform baru bernama Skill Academy, yang bertujuan menyediakan konten edukasi untuk pengembangan karier profesional maupun pribadi. Kursus yang tersedia akan diajarkan oleh praktisi industri terbaik dan materi pelajaran dirancang agar learning experience menjadi sangat menyenangkan, kondusif, dan efektif,” jelasnya.

Ritchie menyebut, platform Ruangguru tidak hanya dimanfaatkan oleh orang pribadi, melainkan sudah bisa menopang kebutuhan lembaga dan institusi pemerintah di Indonesia. “Ruangguru juga sudah memiliki produk B2B (Business-to-Business) bernama Ruangkerja untuk melatih kemampuan karyawan secara online. Platform tersebut telah dipakai beberapa institusi, seperti Nestle, Pertamina, Tokopedia, Kemenperin, Kemenristekdikti, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Head of Open Innovation Management Indigo Creative Nation (Indigo) Telkom Indonesia, Dinoor Susatijo memaparkan peran Telkom dalam Digitalizing Indonesia. Ia menyebut Telkom Indonesia menggunakan kapasitas broadband untuk pengembangan konten, aplikasi, maupun platform, termasuk membangun pengalaman pelanggan di dalamnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui teknologi.

“Telkom mendorong peran serta para milenial untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia melalui program Indigo Creative Nation, yaitu program pembinaan startup secara end-to-end yang diawali dengan pembinaan talenta digital, inkubasi dan akselerasi startup, memberikan akses pasar hingga membawa startup untuk mendapatkan pendanaan lanjutan dari berbagai investor startup di seluruh dunia,” paparnya dalam forum yang sama.

Menurut Dinoor, rangkaian kegiatan di Indigo Creative Nation, Telkom mengajak para milenial untuk mampu memahami permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat dan mampu mengembangkan ide-ide disruptif yang menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. “Pengembangan solusi-solusi tersebut dapat dilakukan melalui pembentukan startup digital yang pengembangannya dapat dilakukan bersama Indigo Creative Nation,” jelasnya.

Sementara itu, Group Head of Costumer Experience PT Telkomunikasi Indonesia (Telkom), Sri Safitri, membawakan materi dengan tema “Embracing Best in Class Digital Customer Experience”. Dalam pemaparannya Safitri menjelaskan tips sukses perusahaan dalam melaksanakan Customer Experience Transformation.

“Sangat penting dorongan dari CEO selalu pimpinan tertinggi di perusahaan untuk menjadikan Customer Experiece sebagai salah satu inisiatif Strategis. Salah satu kunci sukses di Era Digital Transformation adalah fokus di Customer Experience. Implementasi yang sukses berawal dari Engagement Pegawai yang baik sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk membangun budaya dan mindset Customer Experience,” jelasnya.

Sementara itu, masih dalam forum yang sama, CEO PT Indonesia Satu Tujuh, Teuku Amershah menjelaskan mengenai pemanfaatan infrastruktur teknologi yang pada akhirnya dapat mendukung peningkatan SDM Indonesia. Membawakan tema Rebooting Phone Call’s Trend, Amersah menjelaskan bagaimana peningkatan kualitas sumber daya dapat terdorong melalui MViCall.

“Kami mendorong masyarakat untuk lebih berani mengekspresikan dirinya dan semakin kreatif membuat konten. MViCall dibuat untuk menciptakan tren baru dalam bertelepon, dimana penelepon bisa berkreasi dan menampilkan konten yang dibuat langsung ke penerima telepon,” jelasnya.

CEO of Cubeacon, Fariz Yuniar menjelaskan presentasi mengenai Cubeacon Implementation Monitoring Productivity, Controlling, and Security. Yuniar menyebut kehadiran Cubeacon diharapkan bisa mendorong SDM Indonesia bisa lebih fokus mengembangkan potensinya. “Begitupun para pelaku bisnis dan jasa. Dengan alat yang dibuat oleh Cubeacon, sistem di dalamnya dapat mencatat data dan menganalisa pattern untuk meningkatkan produktivitas, melakukan pengaturan yang lebih sistematis, serta meningkatkan keamanan secara menyeluruh,” jelasnya.

Kerja Sama Strategis dengan Huawei

Kementerian Kominfo juga memanfaatkan perhelatan ITU Telecom World 2019 untuk penandatanganan MoU Kerja Sama dengan Huawei. MoU ditujukan untuk mengakselerasi pembangunan 5G mendukung solusi teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. “Kolaborasi ini juga diharapkan dapat lebih jauh lagi mendukung Indonesia untuk terus maju dan terkoneksi dengan rantai pasokan global,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti dalam penandatanganan bersama CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen.

Sekjen Niken Widiastuti menyambut baik kerja sama yang akan berlangsung terutama untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang kompeten di Indonesia. “Kami menyambut baik hubungan kerja sama yang terus berlanjut dengan Huawei. Jika sebelumnya kami menandatangani MoU untuk membangun sumber daya manusia, hari ini, kami begitu bersemangat dengan perluasan kerja sama kami untuk bersama membangun solusi ICT untuk membangun Indonesia. Keahlian Huawei dalam industri ICT dan ambisi kuat dari Indonesia untuk mengoptimalkan dampak ICT untuk ekonomi digital akan membuat MoU tersebut menciptakan hubungan yang saling mendukung antar kedua pihak,” jelasnya.

Menurut Jacky Chen, kerja sama itu diharapkan dapat dapat mempercepat keterhubungan di Indoensia. “Huawei sudah ada di Indonesia dari tahun 2000 dan sejak itu kami telah mengambil bagian di dalam infrastruktur ICT di Indonesia. Dengan kerja sama ini, kami siap untuk menyediakan teknologi canggih kami untuk lebih jauh lagi membangun Indonesia yang lebih terhubung,” jelasnya.

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id