Komisi I DPR RI Apresiasi Penyelesaian Proyek Palapa Ring

13 May 2019


Jakarta, Kominfo – Komisi I DPR RI menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika atas upaya penyelesaian pembangunan jaringan tulang punggung kabel serat optik Palapa Ring.

Hal itu disampaikan Abdul Kharis Almasyhari selaku pimpinan Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama dengan Menteri Kominfo Rudiantara, di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Senin (13/05/2019).

“Komisi I DPR RI memberikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika berkaitan dengan program Palapa Ring,” kata Kharis.

Dalam rapat kerja itu, Kharis mengatakan, Komisi I DPR RI juga mendesak Kementerian Kominfo, untuk membuat sistem yang komprehensif berkaitan dengan perumusan tarif, timeline, dan manfaat ekonomi jaringan Palapa Ring bagi masyarakat.

Sistem yang komprehensif tersebut diperlukan agar pemanfaatan dari Proyek Palapa Ring secara menyeluruh dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Sehingga akses telekomunikasi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, dan juga pemanfaatannya dapat secara maksimal dirasakan oleh masyaralat Indonesia,” jelasnya.

Komisi I DPR RI juga mendorong Kementerian Kominfo segera menyelesaikan penyusunan Rancangan UU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sesuai dengan waktu yang direncanakan. “Sehingga dapat dibahas bersama dengan DPR RI,” ujar Kharis menyampaikan simpulan rapat kerja.

Bahas Manfaat Palapa Ring

Dalam Rapat Kerja, apresiasi atas Palapa Ring juga disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta. Menurutnya, jaringan Palapa Ring bisa menyatukan seluruh Indonesia.

“Terkait palapa ring harus kita apresiasi, upaya untuk menyambungkan seluruh Indonesia dengan menggunakan kabel optik dilanjutkan dengan satelit,” jelasnya.

Namun demikian, Sukamta mengingatkan agar Pemerintah juga menyiapkan sumberdaya manusia yang bisa memanfaatkan era digital ini. “Kesempatan kita untuk mengejar negara lain. Mohon dapat secara detail dalam menyiapkan SDM dan pendidikan kita untuk menyiapkan tenaga terampil. Kita menginginkan seluruh SDM terampil dari semua lini,” ungkap Sukamta.

Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty menyoroti masalah manfaat Palapa Ring bagi masyarakat. “Apa manfaat Palapa Ring bagi masyarakat? Karena kalau hanya bagi operator, itu memang sudah seharusnya ada. Apakah dengan Palapa Ring ini tarif internet bagi masyarakat akan menjadi lebih murah?” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi I dari Fraksi PAN, Budi Youyastri yang menilai rakyat membutuhkan akses telekomunikasi yang terjangkau. “Yang rakyat butuhkan adalah akses telekomunikasi yang terjangkau,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan itu, Menteri Kominfo Rudiantara menegaskan manfaat akhir Palapa Ring akan sangat besar untuk masyarakat.Menurutnya, saat ini operator telekomunikasi tidak membangun jaringan ke daerah yang terpencil karena pertimbangan bisnis yang tidak menguntungkan. Dengan demikian, pemerintah perlu membangun jaringan tulang punggung agar operator bisa memberikan layanan melalui akses yang didapat dari Palapa Ring. “Mengenai manfaat bagi masyarakat akan mendapatkan layanan keuangan digital, ini bersistem well defined,” jelasnya.

Rapat Kerja tersebut dihadiri Sekjen Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, Dirjen SDPPI Ismail, Dirjen PPI Ahmad Ramli, Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan, Irjen Doddy Setiadi, serta Direktur Utama BAKTI Anang Latief. **/ys

Jakarta, Kominfo – Komisi I DPR RI menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika atas upaya penyelesaian pembangunan jaringan tulang punggung kabel serat optik Palapa Ring.

Hal itu disampaikan Abdul Kharis Almasyhari selaku pimpinan Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama dengan Menteri Kominfo Rudiantara, di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Senin (13/05/2019).

“Komisi I DPR RI memberikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika berkaitan dengan program Palapa Ring,” kata Kharis.

Dalam rapat kerja itu, Kharis mengatakan, Komisi I DPR RI juga mendesak Kementerian Kominfo, untuk membuat sistem yang komprehensif berkaitan dengan perumusan tarif, timeline, dan manfaat ekonomi jaringan Palapa Ring bagi masyarakat.

Sistem yang komprehensif tersebut diperlukan agar pemanfaatan dari Proyek Palapa Ring secara menyeluruh dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Sehingga akses telekomunikasi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, dan juga pemanfaatannya dapat secara maksimal dirasakan oleh masyaralat Indonesia,” jelasnya.

Komisi I DPR RI juga mendorong Kementerian Kominfo segera menyelesaikan penyusunan Rancangan UU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sesuai dengan waktu yang direncanakan. “Sehingga dapat dibahas bersama dengan DPR RI,” ujar Kharis menyampaikan simpulan rapat kerja.

Bahas Manfaat Palapa Ring

Dalam Rapat Kerja, apresiasi atas Palapa Ring juga disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta. Menurutnya, jaringan Palapa Ring bisa menyatukan seluruh Indonesia.

“Terkait palapa ring harus kita apresiasi, upaya untuk menyambungkan seluruh Indonesia dengan menggunakan kabel optik dilanjutkan dengan satelit,” jelasnya.

Namun demikian, Sukamta mengingatkan agar Pemerintah juga menyiapkan sumberdaya manusia yang bisa memanfaatkan era digital ini. “Kesempatan kita untuk mengejar negara lain. Mohon dapat secara detail dalam menyiapkan SDM dan pendidikan kita untuk menyiapkan tenaga terampil. Kita menginginkan seluruh SDM terampil dari semua lini,” ungkap Sukamta.

Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty menyoroti masalah manfaat Palapa Ring bagi masyarakat. “Apa manfaat Palapa Ring bagi masyarakat? Karena kalau hanya bagi operator, itu memang sudah seharusnya ada. Apakah dengan Palapa Ring ini tarif internet bagi masyarakat akan menjadi lebih murah?” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi I dari Fraksi PAN, Budi Youyastri yang menilai rakyat membutuhkan akses telekomunikasi yang terjangkau. “Yang rakyat butuhkan adalah akses telekomunikasi yang terjangkau,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan itu, Menteri Kominfo Rudiantara menegaskan manfaat akhir Palapa Ring akan sangat besar untuk masyarakat.Menurutnya, saat ini operator telekomunikasi tidak membangun jaringan ke daerah yang terpencil karena pertimbangan bisnis yang tidak menguntungkan. Dengan demikian, pemerintah perlu membangun jaringan tulang punggung agar operator bisa memberikan layanan melalui akses yang didapat dari Palapa Ring. “Mengenai manfaat bagi masyarakat akan mendapatkan layanan keuangan digital, ini bersistem well defined,” jelasnya.

Rapat Kerja tersebut dihadiri Sekjen Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, Dirjen SDPPI Ismail, Dirjen PPI Ahmad Ramli, Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan, Irjen Doddy Setiadi, serta Direktur Utama BAKTI Anang Latief. **/ys