19 October 2015
Anggota Pengamanan Keteteran

Anggota Pengamanan Keteteran

JAMBI – Sejumlah warga kian memadati ruas jalan tepatnya di depan rumah dinas Walikota Jambi. Akibatnya, sejumlah anggota keamanan baik satpol PP maupun Dishub Kota Jambi keteteran mengurus sejumlah warga yang ingin menjemput keluarganya yang pulang dari tanah suci.

Baca berita selengkapnya

  



19 October 2015
Syarif Fasha Berikan Materi pada Rakor Staf Ahli di Kemendagri

Image

Setelah beberapa kali diundang menjadi pembicara diberbagai event nasional maupun internasional, kini Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha, kembali diminta menjadi nara sumber pada Rapat Koordinasi Staf Ahli Bupati dan Walikota di Kementerian Dalam Negeri untuk wilayah Sulawesi dan Kalimantan, Selasa (13/10).

Baca berita selengkapnya

  



19 October 2015
Wawako Lepas Kafilah MTQ Kota Jambi

Image

Bertempat di Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi, Wakil Walikota Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I Sabtu (10/10), menutup training centre sekaligus melepas secara resmi kafilah Kota Jambi. Mereka adalah kafilah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Jambi di Kabupaten Tebo, 12 – 17 Oktober 2015.

Baca berita selengkapnya

  



19 October 2015
Wawako Jadi Pembicara di Rakor Staf Ahli se-Jawa dan Bali

Image

Pemerintah Kota Jambi mendapat kehormatan menjadi pembicara pada even nasional. Bertempat di Gedung Sasana Bhakti Kemendagri Jakarta, Rabu (7/10) Wakil Walikota Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I menjadi narasumber pada Rakor Staf Ahli Bupati/Walikota wilayah Jawa dan Bali Tahun 2015.

Baca berita selengkapnya

  



5 October 2015
Efek Kabut Asap : Selain ISPA Penyakit Lainnya Bermunculan di Jambi

Image

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan, akibat kabut asap di Kota Jambi saat ini tak hanya kasus ISPA yang mencuat, namun beberapa penyakit juga turut berdampak seperti sakit mata dan diare.

Ia mengatakan, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi melalui 20 puskesmas dan rumah sakit di Kota Jambi, saat ini ada 1.034 penderita diare. Selain itu, hingga minggu ke tiga bulan September kasus ISPA sudah lebih dari 20 ribu kasus.“Ada tiga hal menjadi sorotan kami saat ini, mulai dari ISPA, Sakit Mata dan juga Diare. Ketiga penyakit ini memang lagi meningkat sejak kabut asap ini,” katanya.
Untuk mengantisipasi ia mengatakan bahwa telah menginformasikan kepada seluruh puskesmas untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang cara pencegahan diare dan menyiapkan obat-obat yang diperlukan.
“Jadi kita sudah mengecek ke 20 puskesmas, sampai saat ini belum ada kekurangan obat. Namun, jika ada kekurangan, kita masih ada stok obat di gudang,” katanya.
Sementara itu untuk stok masker yang berasal dari sumbangan dari sejumlah instansi di Pemkot Kota Jambi dan juga beberapa perusahaan bank saat ini sebanyak 10 ribu masker atau 20 kotak.”Sebagian sudah kita sebarkan terutama pengguna jalan dan untuk siswa-siswa di tiap sekolah,” katanya.
Hingga saat ini dirinya terus mengharapkan adanya perpanjangan tangan dari sejumlah SKPD dan pihak swasta lainnya untuk menyumbangkan masker ke Dinkes Kota Jambi, ini mengingat kabut asap sampai saat ini masih tak kunjung hilang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kota Jambi, Nur Indrayeti mengatakan, tak hanya fenomena kabut asap, musim kemarau ini juga menyebabkan masyarakat krisis air bersih sehingga masyarakat terpaksa mengkonsumsi air yang sebenarnya tidak layak untuk dikonsumsi.
“Jumlah air berkurang, masyarakat menggunakan air itu mereka akan berhemat. Secara juga kualitas menjadi hal yang harus diperhatikan,” katanya.
Dijelaskanya, kabut asap yang pekat juga menjadi pemicu terjadinya diare. Dimana, kabut asap dapat membuat fisik manusia rentan terkena penyakit, termasuk diare.“Jadi ISPA bisa berimbas kepada penyakit lain. Jadi masyarakat harus mencuci tangan itu sebelum makan,” ujarnya.
kabut asap yang kian tidak hanya menyebabkan ISPA, Sakit Mata dan Diare. Namun, penyakit lain yang perlu dikhawatirkan adalah rematik. Terutama untuk masyarakat yang berumur diatas 40 tahun. Karena pada usia tersebut pembentukan vitamin D tidak sempurna.“Terlebih matahari tidak masuk, disaat kabut. Dimana, vitamin D harus ada sinar UV, kalau tidak, tida bisa terbentuk. Sehingga dapat memicu rematik,” jelasnya.
SUMBER: http://jambi.tribunnews.com/
FOTO : http://beritadaerah.co.id/