DTS 2019, Tingkatkan Keahlian Lulusan SMK dan Perguruan Tinggi

2 May 2019


Siaran Pers No. 97/HM/KOMINFO/05/2019

Siaran Pers No. 97/HM/KOMINFO/05/2019

Kamis, 2 Mei 2019

Tentang

DTS 2019, Tingkatkan Keahlian Lulusan SMK dan Perguruan Tinggi

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan gagasan yang melatari penyelenggaraan beasiswa pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 berawal dari fakta banyaknya lulusan SMK dan Perguruan Tinggi yang tidak memiliki keahlian yang cukup sehingga mampu diserap oleh dunia usaha.

“Ini hanya merupakan keprihatinan kami terhadap perkembangan yang terjadi. Suatu bentuk upaya pemerintah dalam memfasilitasi para lulusan SMK dan Perguruan Tinggi agar mampu menjadi teknisi yang andal,” kata Menteri Rudiantara dalam diskusi pada Workshop Pemanfaatan Lulusan Digital Talent Scholarship oleh Industri di Indonesia di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Kamis (02/05/2019).

Menurut Rudiantara, pada tahun 2030 nanti, dibutuhkan 15 juta talenta di bidang digital. “Sampai 2030 kita harus inject 15 juta digital talent, 600 ribu setiap tahun,” katanya.

Dalam penyelenggaraan DTS 2019, menurut Rudiantara, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyediakan mentor yang akan mengajar. Menteri Kominfo menegaskan silabus materi yang diajarkan menggunakan standard materi dari vendor yang bekerja sama yaitu Amazon, Cisco, Google, dan Microsoft.

Menurut Rudiantara, saat ini sumberdaya manusia yang banyak dibutuhkan perusahaan adalah tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan namun terampil dalam melakukan pekerjaan sesuai bidang keahliannya.

“Dengan semakin banyaknya SDM yang menguasai bidang-bidang digital akan mampu menjadikan Indonesia sebagai pemasok SDM di kawasan ASEAN. Kita harus menjadi supply talenta di ASEAN,” tandasnya.

Senada dengan Rudiantara, Anggota Komite Pengembangan Usaha Dewan Pengembangan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Louis Larry mengatakan saat ini terdapat jurang yang memisahkan kebutuhan SDM dunia industri dengan keahlian lulusan SMK dan Perguruan Tinggi. “Ada gap skill anak-anak SMK D3 S1 dengan industri,” kata Louis.

Menurut Louis, selaku pengusaha pihaknya selalu kesulitan mendapatkan talenta yang tepat untuk bekerja di perusahaannya.

“Kenyataan di lapangan juga masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Tapi lulusan susah cari kerja,” katanya.

Menurut Larry, kondisi itu terjadi karena perkembangan industri teknologi informasi sangat cepat, sehingga sulit menyusun materi yang tepat untuk diajarkan kepada para siswa dan mahasiswa.

Oleh karena itu, Larry meminta agar dunia industri ikut turun tangan untuk mengajarkan teknologi-teknologi baru itu kepada SDM di Indonesia, karena dunia industri lah yang membutuhkan sumberdaya manusia yang ahli itu.

“Yang harus turun tangan industrinya karena industrinya yang butuh keep up,” ujarnya.

Program Digital Talent Scholarship Tahun 2019 (DTS 2019) merupakan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai bagian dari program pembangunan prioritas nasional.

Program pelatihan kompetensi DTS 2019 ditujukan untuk meningkatkan keterampilan (up-skilling) SDM bidang Komunikasi dan Informatika sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa.

Program DTS 2019 secara garis besar dibagi menjadi empat akademi. PertamaFresh Graduate Academy (FGA) yaitu program pelatihan bagi lulusan D3, D4 dan S1 bidang TIK dan MIPA, dan terbuka bagi penyandang disabilitas. Kedua, Vocational School Graduate Academy (VSGA) yaitu program pelatihan bagi lulusan SMK.

Ketiga, Coding Teacher Academy (CTA) yaitu program pelatihan bagi para guru yang mengajar bidang TIK pada SMK, SMA, SMALB, dan Madrasah Aliyah serta terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS. Dan keempat, Online Academy (OA) yaitu program pelatihan secara online bagi masyarakat umum termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.

Pendaftaran dibuka tanggal 20 April 2019 dan ditutup pada tanggal 19 Mei 2019 pukul 23.59 WIB. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silakan akses https://digitalent.kominfo.go.id

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Siaran Pers No. 97/HM/KOMINFO/05/2019

Siaran Pers No. 97/HM/KOMINFO/05/2019

Kamis, 2 Mei 2019

Tentang

DTS 2019, Tingkatkan Keahlian Lulusan SMK dan Perguruan Tinggi

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan gagasan yang melatari penyelenggaraan beasiswa pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 berawal dari fakta banyaknya lulusan SMK dan Perguruan Tinggi yang tidak memiliki keahlian yang cukup sehingga mampu diserap oleh dunia usaha.

“Ini hanya merupakan keprihatinan kami terhadap perkembangan yang terjadi. Suatu bentuk upaya pemerintah dalam memfasilitasi para lulusan SMK dan Perguruan Tinggi agar mampu menjadi teknisi yang andal,” kata Menteri Rudiantara dalam diskusi pada Workshop Pemanfaatan Lulusan Digital Talent Scholarship oleh Industri di Indonesia di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Kamis (02/05/2019).

Menurut Rudiantara, pada tahun 2030 nanti, dibutuhkan 15 juta talenta di bidang digital. “Sampai 2030 kita harus inject 15 juta digital talent, 600 ribu setiap tahun,” katanya.

Dalam penyelenggaraan DTS 2019, menurut Rudiantara, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyediakan mentor yang akan mengajar. Menteri Kominfo menegaskan silabus materi yang diajarkan menggunakan standard materi dari vendor yang bekerja sama yaitu Amazon, Cisco, Google, dan Microsoft.

Menurut Rudiantara, saat ini sumberdaya manusia yang banyak dibutuhkan perusahaan adalah tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan namun terampil dalam melakukan pekerjaan sesuai bidang keahliannya.

“Dengan semakin banyaknya SDM yang menguasai bidang-bidang digital akan mampu menjadikan Indonesia sebagai pemasok SDM di kawasan ASEAN. Kita harus menjadi supply talenta di ASEAN,” tandasnya.

Senada dengan Rudiantara, Anggota Komite Pengembangan Usaha Dewan Pengembangan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Louis Larry mengatakan saat ini terdapat jurang yang memisahkan kebutuhan SDM dunia industri dengan keahlian lulusan SMK dan Perguruan Tinggi. “Ada gap skill anak-anak SMK D3 S1 dengan industri,” kata Louis.

Menurut Louis, selaku pengusaha pihaknya selalu kesulitan mendapatkan talenta yang tepat untuk bekerja di perusahaannya.

“Kenyataan di lapangan juga masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Tapi lulusan susah cari kerja,” katanya.

Menurut Larry, kondisi itu terjadi karena perkembangan industri teknologi informasi sangat cepat, sehingga sulit menyusun materi yang tepat untuk diajarkan kepada para siswa dan mahasiswa.

Oleh karena itu, Larry meminta agar dunia industri ikut turun tangan untuk mengajarkan teknologi-teknologi baru itu kepada SDM di Indonesia, karena dunia industri lah yang membutuhkan sumberdaya manusia yang ahli itu.

“Yang harus turun tangan industrinya karena industrinya yang butuh keep up,” ujarnya.

Program Digital Talent Scholarship Tahun 2019 (DTS 2019) merupakan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai bagian dari program pembangunan prioritas nasional.

Program pelatihan kompetensi DTS 2019 ditujukan untuk meningkatkan keterampilan (up-skilling) SDM bidang Komunikasi dan Informatika sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa.

Program DTS 2019 secara garis besar dibagi menjadi empat akademi. PertamaFresh Graduate Academy (FGA) yaitu program pelatihan bagi lulusan D3, D4 dan S1 bidang TIK dan MIPA, dan terbuka bagi penyandang disabilitas. Kedua, Vocational School Graduate Academy (VSGA) yaitu program pelatihan bagi lulusan SMK.

Ketiga, Coding Teacher Academy (CTA) yaitu program pelatihan bagi para guru yang mengajar bidang TIK pada SMK, SMA, SMALB, dan Madrasah Aliyah serta terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS. Dan keempat, Online Academy (OA) yaitu program pelatihan secara online bagi masyarakat umum termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.

Pendaftaran dibuka tanggal 20 April 2019 dan ditutup pada tanggal 19 Mei 2019 pukul 23.59 WIB. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silakan akses https://digitalent.kominfo.go.id

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id