Di UI, Menkominfo Bicara Pentingnya ‘SDM Digital’ dan Prodi Logistik

15 October 2019


Depok, Kominfo – Perguruan Tinggi dinilai punya andil besar dalam melahirkan SDM Unggul, khususnya di sektor ekonomi digital. Mereka inilah yang nanti bakal berperan bagi kemajuan bangsa.

Hal itu dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam forum diskusi “Keuangan dan Keasetan”, sebagai rangkaian dari Sidang Tahunan Perguruan Tinggi Nasional Berbadan Hukum (PTN BH).

“Perguruan tinggi perlu melakukan perubahan besar secara ‘no box thinking’ untuk meningkatkan capacity pengajar, memaksimakan aset universitas, dan memunculkan prodi (program studi) baru yang sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/10/2019).

Menteri Rudiantara lantas mengemukakan soal pesatnya perkembangan usaha rintisan (startup) lokal. Banyak di antara mereka yang kini berstatus startup kakap. “Unicorn kita tahun ini sudah 5, ini semua bergerak cepat tapi semua perguruan tinggi tenang-tenang aja. Padahal khususnya ekonomi digital, ekosistemnya salah satunya adalah sumber daya manusia yang dikembangkan dari perguruan tinggi,” kata Menkominfo.

Sebelumnya, Menteri Rudiantara berbicara tentang prospek fakultas ekonomi di beberapa perguruan tinggi ternama. Ia menilai saat ini tidak ada kampus ternama yang memiliki program logistik. Padahal menurutnya logistik merupakan salah satu yang terpenting dalam ekonomi digital.

“Fakultas ekonomi pasti ada jurusan akuntansi, ada jurusan managemen pembangunan mungkin, ada jurusan bisnis, tetapi gitu-gitu aja udah puluhan tahun. Kenapa ngga ada prodi yang berkaitan dengan logistik khusus,” ujarnya.

Menkominfo menyebutkan besarnya penggunaan biaya logistik di Indonesia sekitar 24% dari total GDP. Artinya 24% tersebut sekitar Rp.3500 triliun habis untuk biaya logistik saja, dengan pembagian 90 persen di darat dan 10 persen di laut.

“Kenapa di perguruan tinggi ngga ada yang berpikir bagaimana menurunkan logistic cost, cari prodinya. Saya mau bantu, mau bantu dengan apa? Perguruan tinggi saya kerjasamakan dengan global logistics company,” jelas Menteri Rudiantara.

Lebih jelasnya Menkominfo menambahkan, perguruan tinggi perlu menerapkan “studi tiru” seperti yang diterapkan oleh Kementerian Kominfo saat ini. “Saya undang global logistics company, karena global logistics company punya akademi, akademi punya silabus. Ya sudah kita jangan studi banding, studi contek aja, studi tiru. Ini yang dilakukan Kominfo sebetulnya” terangnya. **

Depok, Kominfo – Perguruan Tinggi dinilai punya andil besar dalam melahirkan SDM Unggul, khususnya di sektor ekonomi digital. Mereka inilah yang nanti bakal berperan bagi kemajuan bangsa.

Hal itu dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam forum diskusi “Keuangan dan Keasetan”, sebagai rangkaian dari Sidang Tahunan Perguruan Tinggi Nasional Berbadan Hukum (PTN BH).

“Perguruan tinggi perlu melakukan perubahan besar secara ‘no box thinking’ untuk meningkatkan capacity pengajar, memaksimakan aset universitas, dan memunculkan prodi (program studi) baru yang sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/10/2019).

Menteri Rudiantara lantas mengemukakan soal pesatnya perkembangan usaha rintisan (startup) lokal. Banyak di antara mereka yang kini berstatus startup kakap. “Unicorn kita tahun ini sudah 5, ini semua bergerak cepat tapi semua perguruan tinggi tenang-tenang aja. Padahal khususnya ekonomi digital, ekosistemnya salah satunya adalah sumber daya manusia yang dikembangkan dari perguruan tinggi,” kata Menkominfo.

Sebelumnya, Menteri Rudiantara berbicara tentang prospek fakultas ekonomi di beberapa perguruan tinggi ternama. Ia menilai saat ini tidak ada kampus ternama yang memiliki program logistik. Padahal menurutnya logistik merupakan salah satu yang terpenting dalam ekonomi digital.

“Fakultas ekonomi pasti ada jurusan akuntansi, ada jurusan managemen pembangunan mungkin, ada jurusan bisnis, tetapi gitu-gitu aja udah puluhan tahun. Kenapa ngga ada prodi yang berkaitan dengan logistik khusus,” ujarnya.

Menkominfo menyebutkan besarnya penggunaan biaya logistik di Indonesia sekitar 24% dari total GDP. Artinya 24% tersebut sekitar Rp.3500 triliun habis untuk biaya logistik saja, dengan pembagian 90 persen di darat dan 10 persen di laut.

“Kenapa di perguruan tinggi ngga ada yang berpikir bagaimana menurunkan logistic cost, cari prodinya. Saya mau bantu, mau bantu dengan apa? Perguruan tinggi saya kerjasamakan dengan global logistics company,” jelas Menteri Rudiantara.

Lebih jelasnya Menkominfo menambahkan, perguruan tinggi perlu menerapkan “studi tiru” seperti yang diterapkan oleh Kementerian Kominfo saat ini. “Saya undang global logistics company, karena global logistics company punya akademi, akademi punya silabus. Ya sudah kita jangan studi banding, studi contek aja, studi tiru. Ini yang dilakukan Kominfo sebetulnya” terangnya. **